loading...

RI tak serius garap energi terbarukan

Online: Kamis, 24 Mei 2012 | 11:35 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Besarnya potensi energi baru terbarukan di Jawa Timur (Jatim) masih belum dioptimalkan. Padahal langkah ini harus segera dilakukan untuk meningkatkan ketahanan energi dalam negeri.

Berkaca pada kondisi tersebut, Asosiasi Kontraktor Kelistrikan Indonesia (Akklindo) berkomitmen untuk berperan aktif bagi pembangunan ketenagalistrikan dan pengembangan temuan-temuan baru, terutama sumber energi listrik terbarukan.

"Hal ini menjadi keniscayaan bagi Indonesia karena semakin menipisnya ketersediaan sumber energi fosil yang ada. Sementara banyak sumber - sumber energi terbarukan yang belum di eksplorasi seperti sinar matahari, angin, air laut serta panas bumi," ujar Ketua Umum DPP Akklindo, J. Sitorus, ketika dikonfirmasi, Kamis (24/5/2012).

Untuk merealisasikan keinginan tersebut, lanjutnya, seluruh pihak harus bersatu. Tak hanya pemerintah, swasta juga harus ikut campur tangan. Sementara peran pemerintah yang besar juga sangat penting untuk menunjang tersedianya berbagai sumber energi ini. "Selain itu, dukungan masyarakat, sebagai pengguna energi listrik juga harus didapatkan," tegasnya.

Untuk itu, Akklindo gencar menarik investor baik dalam maupun luar negeri yang berkeinginan menanamkan investasinya di sektor tersebut. "Sudah ada bebrapa investor yang telah menyatakan ketertarikannya untuk memproduksi energi terbarukan. Saat ini masih dalam penjajakan kerjasama," ujar Sitorus.

Di Jawa Timur sendiri, ujar Ketua Umum DPD Akklindo Jatim, Budiharto Tasmo, banyak potensi energi panas bumi (geothermal). Bahkan untuk kawasan Gunung Ijen dan gunung Wilis, potensinya setara dengan 210 Mega Watt (MW). Jika energi terbarukan semisal panas bumi ini dapat dihasilkan, akan berdampak positif terhadap pengembangan sumber energi listrik di Indonesia.

"Biaya listrik yang harus dibayar masyarakat juga akan lebih murah serta ramah lingkungan. Disamping itu, eksplorasi panas bumi akan diprediksikan mampu mengurangi gempa tektonik," tambahnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda