Jasa Raharja Jatim cairkan klaim Rp49 miliar
SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Asuransi Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Timur mencatat penyaluran klaim pada korban meninggal dan cacat akibat kecelakaan lalu lintas selama kuartal I/2012 menurun dibanding periode yang sama tahun lalu.
Kepala Kantor Cabang PT Jasa Raharja Jatim, Etang Edward Robani mengatakan, pada kuartal I/2012 penyaluran klaim untuk korban meninggal mencapai Rp45 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49 miliar. "Penurunan juga terjadi dalam penyaluran klaim untuk korban yang mengalami cacat tetap di mana nilai santunan yang diberikan pada kuartal I/2012 sebesar Rp900 juta. Pada periode yang sama tahun lalu tercatat Rp1 miliar," ujar Etang di sela dialog publik "Sinergi Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Melalui Program Kemitraan" di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS, Rabu (9/5/2012).
Ia menambahkan, menurunnya pencairan klaim tersebut lantaran perusahaan asuransi pelat merah tersebut telah melakukan berbagai inovasi untuk mencegah jatuhnya korban seperti menjemput korban menggunakan ambulans ke rumah sakit. Penanganan seperti ini, menurut Etang, bisa mengurangi tingkat kematian korban kecelakaan.
Data Jasa Raharja mencatat, terhitung sejak 2008 hingga April 2012, total klaim untuk korban kecelakaan di jalan raya mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Dirinci, klaim untuk korban meninggal dunia yang sudah disalurkan mencapai Rp 649 miliar, untuk korban kecelakaan yang mengalami cacat tetap sebesar Rp11 miliar dan biaya perawatan yang disalurkan mencapai Rp 423 miliar serta biaya pemakaaman bagi korban meninggal mencapai Rp1,1 miliar.
Sementara itu, selama tahun 2011 lalu cadangan klaim yang disiapkan Jasa Raharja sebesar Rp270 miliar. "Tahun ini kami tingkatkan menjadi Rp300 miliar," kata Etang.
Di sisi lain, pengamat transportasi dari ITS, M Haryo Sulastiarso mengatakan kecelakaan di jalan raya masih didominasi kendaraan roda dua yakni mencapai 80%. Bahkan, mayoritas berujung pada korban meninggal dunia. "Korban kecelakaan ini mayoritas masih dalam usia produktif, mulai usia 18 hingga 25 tahun. Kenyataan ini tentunya tersebut sangat menyedihkan karena tidak adanya manajemen waktu dari pengendara"" katanya. kbc8
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9757.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +67.005 menjadi 5145.683
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Ungguli rata-rata nasional, tata kelola Provinsi Jatim dinilai cemerlang
- Marak berita gempa, demand asuransi properti naik
- Inilah asuransi terbaik versi Media Asuransi
- Askes dan Jamsostek siap laksanakan SJSN
- Kontraktor gagal, asuransi bisa terseret kasus hukum
- Nasabah Taspen Jember capai 95.017 orang
- Santunan Jasa Raharja 2009 Rp1,3 triliun
- Investasi asuransi jiwa tumbuh 35,64% jadi Rp123,3 triliun
- Genjot layanan, Askes bikin program dokter keluarga
- Pendapatan premi bisnis baru Manulife capai Rp5,5 triliun
- Sasar menengah bawah, Allianz incar 1.000 polis per bulan
- KPPU endus praktik kartel di asuransi
- Cetak premi Rp1,5 triliun di 2012, tahun ini Wahana Tata incar Rp1,8 triliun
- Selama 20 tahun, cuma ada tambahan satu perusahaan reasuransi
- Allianz rilis asuransi perlindungan warisan
- BTN dan Jasindo patungan bikin perusahaan asuransi
- Gabung BPJS, Jamsostek butuh 600 pegawai baru
