loading...

Jasa Raharja Jatim cairkan klaim Rp49 miliar

Online: Rabu, 09 Mei 2012 | 14:57 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Asuransi Jasa Raharja (Persero) Cabang Jawa Timur mencatat penyaluran klaim pada korban meninggal dan cacat akibat kecelakaan lalu lintas selama kuartal I/2012 menurun dibanding periode yang sama tahun lalu.

Kepala Kantor Cabang PT Jasa Raharja Jatim, Etang Edward Robani mengatakan, pada kuartal I/2012 penyaluran klaim untuk korban meninggal mencapai Rp45 miliar, turun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp49 miliar. "Penurunan juga terjadi dalam penyaluran klaim untuk korban yang mengalami cacat tetap di mana nilai santunan yang diberikan pada kuartal I/2012 sebesar Rp900 juta. Pada periode yang sama tahun lalu tercatat Rp1 miliar," ujar Etang di sela dialog publik "Sinergi Kegiatan Pencegahan Kecelakaan Melalui Program Kemitraan" di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS, Rabu (9/5/2012).

Ia menambahkan, menurunnya pencairan klaim tersebut lantaran perusahaan asuransi pelat merah tersebut telah melakukan berbagai inovasi untuk mencegah jatuhnya korban seperti menjemput korban menggunakan ambulans ke rumah sakit. Penanganan seperti ini, menurut Etang, bisa mengurangi tingkat kematian korban kecelakaan.

Data Jasa Raharja mencatat, terhitung sejak 2008 hingga April 2012, total klaim untuk korban kecelakaan di jalan raya mencapai lebih dari Rp 1 triliun. Dirinci, klaim untuk korban meninggal dunia yang sudah disalurkan mencapai Rp 649 miliar, untuk korban kecelakaan yang mengalami cacat tetap sebesar Rp11 miliar dan biaya perawatan yang disalurkan mencapai Rp 423 miliar serta biaya pemakaaman bagi korban meninggal mencapai Rp1,1 miliar.

Sementara itu, selama tahun 2011 lalu cadangan klaim yang disiapkan Jasa Raharja sebesar Rp270 miliar. "Tahun ini kami tingkatkan menjadi Rp300 miliar," kata Etang.

Di sisi lain, pengamat transportasi dari ITS, M Haryo Sulastiarso mengatakan kecelakaan di jalan raya masih didominasi kendaraan roda dua yakni mencapai 80%. Bahkan, mayoritas berujung pada korban meninggal dunia. "Korban kecelakaan ini mayoritas masih dalam usia produktif, mulai usia 18 hingga 25 tahun. Kenyataan ini tentunya tersebut sangat menyedihkan karena tidak adanya manajemen waktu dari pengendara"" katanya. kbc8

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda