Ogah kegagalan IPO Garuda menular ke Bank Jatim

Presiden Direktur Mandiri Sekuritas Harry M. Supoyo
SURABAYA, kabarbisnis.com: Bisnis penjaminan emisi efek dan obligasi diprediksi masih cerah pada tahun ini. Perusahaan sekuritas dalam negeri yang mengadu peruntungan di industri ini juga siap tancap gas menangkap peluang yang ada.
PT Mandiri Sekuritas, misalnya, siap melaksanakan mandat penjaminan emisi efek dan obligasi milik 20 perusahaan tahun ini. Presiden Direktur PT Mandiri Sekuritas Harry M. Supoyo mengungkapkan optimismenya dalam bisnis penjaminan emisi tahun ini, setelah tahun lalu sempat terpukul kegagalan penjaminan emisi Garuda Indonesia.
Berikut petikan wawancara kabarbisnis.com dengan Harry M. Supoyo:
Bagaimana Mandiri Sekuritas memandang pasar penjaminan emisi tahun ini?
Secara umum, dengan pasar yang bagus dan perekonomian yang baik, memang sangat terbuka peluang bagi perusahaan-perusahaan di Indonesia untuk melakukan penawaran saham perdana. Demikian pula untuk mencari pendanaan melalui penerbitan surat utang atau obligasi, prospeknya cukup cerah.
Mandiri Sekuritas tampak berupaya memperkuat bisnisnya di Jatim. Bagaimana sebenarnya bisnis penjaminan emisi di Jatim?
Kalau secara luas, sekali lagi saya bilang bahwa banyak perusahaan di Jatim yang potensinya bagus untuk melakukan IPO. Jadi memang itu tujuan kita memperkuat tim kita di Jatim, selain untuk melayani nasabah kita dalam brokerage saham dan obligasi, kita juga membuka dan mencari kesempatan bagi perusahaan di Jatim untuk melakukan IPO.
Perusahaan perbankan dari Jatim, yaitu Bank Jatim juga sudah mengumumkan bahwa salah satu lead underwriternya adalah Mandiri Sekuritas, bagaimana Anda memandang IPO Bank Jatim nantinya?
Perekonomian yang bagus, pastinya harus ditopang industri yang bagus. Nah kinerja industri itu akan ditopang juga oleh dunia perbankan yang bagus pula, karena pertumbuhan industri pasti butuh pinjaman dan itu diperoleh dari perbankan.
Jadi kalau soal Bank Jatim, saya rasa sangat potensial karena perbankan merupakan salah satu fondasi perekonomian kita. Jadi perbankan yang bagus otomatis mencerminkan perekonomian yang bagus pula.
Apakah ada ketakutan nantinya IPO Bank Jatim juga akan berakhir buruk seperti Garuda Indonesia?
Setiap IPO, kita harus pandang secara optimistis dan positif. Artinya kita tidak mengambil mandat IPO secara sembarangan, kita memilih mandat secara terpilih dan sangat selektif. Artinya kita yakin, bahwa kita bisa memproses, mamasarkan dan menjual saham ini dengan baik. Kalau misalnya ada sesuatu yang terjadi dan nantinya kami harus menelan saham ini, kita memandangnya sebagai risiko dan komitmen kami sebagai lead underwriter.
Namanya underwriter adalah perjamin, kalau ada yang tidak laku karena satu dan lain hal, kami harus ambil itu. Dan komitmen itu sudah kami tunjukkan pada saham Garuda Indonesia. Jadi karena ada kurang permintaan di pasar, kami sebagai penjamin emisi harus ambil saham itu.
Dan itu merupakan hal yang kami tekankan juga ke calon emiten lain bahwa memilih Mandiri Sekuritas yang pertama didapat adalah pelayanan yang didapatkan, kedua adalah komitmen yang kemi berikan. Begitu kita komit, kita akan lakukan sesuai tanggung jawab kita.
Apakah ada kekhawatiran memandang bisnis penjaminan emisi?
Jadi sebenarnya risiko dalam bisnis apa pun itu selalu ada. Ibaratnya kita keluar rumah juga bisa saja ketabrak mobil, itu namanya risiko. Tetapi bagaimana pun kita selalu siap, begitu kita ambil mandat suatu IPO, kita siap bahwa kalau IPO itu kurang permintaan, akan kita serap.
Kita tidak mau berbicara kekhawatiran semacam itu karena tugas kita memang begitu. Kita, industri ini, hidup dari risiko. Tapi ini adalah risiko yang terukur, jadi kita tidak ambil mandat secara sembarangan, kita sangat selektif.
Mengenai saham Garuda Indonesia?
Kalau dari sisi Mandiri Sekuritas, kita kan bisnis utama kita investment banking dan brokerage. Investment banking mengurusi obligasi dan IPO, sedangkan brokerage ya kita berposisi sebagai broker baik saham maupun obligasi, jadi kita memang tidak punya niat untuk memegang saham Garuda Indonesia terlalu lama, karena kita buka bukan investor atau fund manager. Jadi kalau ada kesempatan melepas saham Garuda, kita akan langsung melepas saham itu.
Kinerja Mandiri Sekuritas secara umum tahun ini seperti apa?
Kalau kita bicara kinerja ada dua jenis kinerja, kinerja keuangan dan kinerja pasar. Di tahun 2011, untuk IPO dan obligasi, mengacu pada peringkat yang dikeluarkan oleh Bloomberg, kita merupakan yang nomor 1 baik IPO maupun obligasi. Di awal 2012, kita belum tahu nomor berapa, tapi kalau bicara mandat yang diberikan kepada kami baik obligasi maupun IPO cukup banyak, sekitar 20 perusahaan memberikan mandat kepada kami dan kami tetap berharap bisa memimpin di bisnis ini.
Kalau kinerja keuangan di 2011 alhamdulillah cukup bagus. Tahun 2012 ini kita optimistis bisa mempertahankan itu. Dengan perolehan mandat yang cukup banyak, dengan market share yang tetap terjaga, dengan strategi-strategi yang kita lakukan, salah satunya dengan pembukaan cabang, kita optimistis bisa mempertahankan kinerja baik di 2011. Kbc8
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9750.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +71.451 menjadi 5217.134
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Harga rumah tipe 36 ke bawah alami lonjakan kenaikan
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Bos Monsanto beber strategi kuasai pasar Indonesia
- Sri Mulyani: Kelompok tertentu ganjal kemajuan RI
- Ini dia strategi Ciputra garap pasar properti
- Saatnya melirik profesi penilai
- Resep Flexi kuasai Jatim, Bali, dan Nusra
- Pendekatan kesejahteraan untuk kasus tanah
- Metamorfosis operator menuju layanan personal
- Musda REI Jatim, Henry mengaku tak siap
- Konsep korporatisasi koperasi lewat Badan Usaha Milik Rakyat
- Gubernur BI Harus Dorong Bank agar Lebih Pro-Sektor Riil
- Kalau Dalam Negeri Tak Cukup, Jangan Takut Impor
- Gairah Mari Pangestu pacu bisnis kuliner dan fesyen
- Tugas berat pengganti BP Migas
- Dirut Telkomsel: Kami memang tidak mau bayar
- Tujuh faktor kunci bangun kelautan dan perikanan
- Kemandirian pangan dilumpuhkan akses lahan
