loading...
Kategori
EnergiMigas
Mode Baca

Produksi lokal, harga converter kit bisa murah

Online: Jum'at, 13 Januari 2012 | 14:21 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga converter kit bahan bakar gas (BBG) untuk kendaraan roda empat dapat ditekan lebih dari 30% dengan catatan pabrikan domestik diberi kepastian untuk memproduksi secara massal dan berkesinambungan.

"Sementara ini, converter kit kita akui masih diimpor. Di Thailand harganya di atas Rp 12 juta-an. Tapi, saya sudah bicara dengan pimpinan PT Dirgantara Indonesia (DI), harganya bisa turun menjadi Rp 9 juta per unit. Bahkan, dapat turun lagi," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral(ESDM) Widjajono Partowidgdo di Jakarta, Jumat (13/2/2012).

Widjajono menjelaskan, BUMN Pindad juga sudah menyatakan kesanggupan memproduksi converter kit sesuai standar keamanan internasional. Hanya saja, agar konsumen memperoleh harga converter kit menjadi lebih murah, BUMN mensyaratkan harus mampu memproduksinya minimal 1 juta  unit.

"Kalau harga converter kit bisa lebih murah, pemerintah juga akan diuntungkan karena nilai subsidi yang dibayar dapat ditekan. Begitupula masyarakat, akan membayar lebih murah," kata dia.

Sebelumnya, Widjajono pernah mengutarakan, rencana pembatasan BBM bersubsidi melalui program konversi BBM ke BBG, maka converter kit untuk kendaraan umum diberikan gratis. Sementara untuk kendaraan roda empat pribadi pemerintah memberikan diskon 50% apabila berkenan memasang converter kit BBG.

Ditanya kesiapan infrastruktur, Widjajono menuturkan, pemerintah berupaya menggenjot pembangunan SPBG.

"Kalau vigas bisa ditaruh di SPBU biasa, itu kita serahkan ke swasta saja. Kalau,mobil tetap mau beli bensin di SPBU, silakan,tapi gunakan BBM nonsubsidi," tutup Widjajono dengan nada ringan. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/18/2014
12.629
IHSG
12/18/2014
5.083,47
47,82 (0,94%)