loading...

Bekuk Persih, Persebaya pimpin klasemen Divisi Utama

Online: Sabtu, 07 Januari 2012 | 23:09 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Tim Persebaya Surabaya berhasil melanjutkan tren positifnya. Tim kebanggaan arek-arek Suroboyo itu sukses membekuk Persih Tembilahan dengan skor 2-0 pada laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia. Tambahan tiga poin itu berhasil membawa Persebaya menjadi pemuncak klasemen sementara Divisi Utama Liga Indonesia Grup A.

Pertandingan Persebaya melawan Persih berjalan dalam tempo sedang. Persebaya lebih mendominasi pertandingan karena mampu memenangi pertarungan di lini tengah. Meski terus memboardir gawang Persih, Persebaya belum berhasil mencetak gol pada babak pertama.

Memasuki babak kedua, pelatih Persebaya, Subangkit, melakukan perubahan strategi untuk lebih mengefektifkan serangan. Subangkit memasukkan Supaham menggantikan Nur Hidayat. Supaham yang punya insting menyerang luar biasa dipadukan dengan Charles Parker dan Richard Obiora. Tak ayal, tridente striker itu semakin membuat pertahanan Persih kedodoran. Apalagi, pemain dengan kecepatan lari di atas rata-rata, Basuki, turut menyokong tridente maut tersebut. Basuki sendiri sebenarnya adalah seorang striker. Namun, Subangkit menginstruksikan eks pemain Gresik United itu sebagai penyokong tridente striker Persebaya dari sayap.

Penyerangan Persebaya pun semakin bervariatif. Parker, Basuki, Supaham, dan Obiora berkali-kali memeragakan aksi menawan dengan mengelabui bek-bek Persih. Puncaknya, manuver Basuki di kotak penalti Persih harus diganjal oleh bek Persih. Wasit pun menunjuk titik putih pada menit ke-49. Obiora yang ditunjuk menjadi algojo tak kesulitan memperdaya kiper Persih Agus Salim. Gol, Persebaya unggul 1-0.

Seolah tak puas dengan gol tersebut, Persebaya masih memborbardir pertahanan Persih. Mengoptimalkan serangan dari sayap kiri dan kanan, pemain Persih harus pontang-panting menahan serangan arek-arek Green Force.

Parker sempat berhadapan dengan kiper Persih Agus Salim pada menit ke-59, namun Agus Salim mampu mengantisipasi bola dengan cermat. Persebaya nyaris menggandakan keunggulan pada menit ke-72, namun sayang tendangan salto Basuki yang sangat indah hanya membentur mistar gawang Persih.

Tak hanya itu, tendangan keras dari luar kotak penalti oleh jangkar lini tengah Persebaya Enjang Rohiman pada menit ke-78 berhasil ditangkis oleh Agus Salim. Malam ini Persih memang layak berterima kasih kepada kiper Agus Salim yang beberapa kali membuat penyelamatan gemilang.

Keasyikan menyerang nyaris membuat Persebaya harus kebobolan. Serangan balik Persih nyaris membuat kiper Persebaya Ngadiono memungut bola dari jalanya sendiri. Untungnya tendangan pemain Persih yang tinggal berhadapan dengan Ngadiono masih berhasil ditangkal dengan kaki kiri sang kiper.

Menjelang peluit panjang dibunyikan wasit, Persebaya akhirnya berhasil menggandakan skor lewat M. Hamzah pada menit ke-87. Skor 2-0 bertahan sampai akhir.

Seusai pertandingan, pelatih Persebaya Subangkit mengaku puas dengan penampilan anak asuhnya. Namun, Subangkit mengakui timnya sempat kesulitan mengembangkan permainan pada babak pertama.

"Waktu turun minum saya instruksikan ke anak-anak itu lebih variatif membangun serangan. Kita juga optimalkan sayap. Saya akhirnya memasukkan Supaham agar serangan makin tajam," ujar Subangkit.

Subangkit mengatakan, perlahan tapi pasti dirinya mulai menemukan formasi terbaik Persebaya. Namun, Subangkit menyatakan masih ada sejumlah pekerjaan rumah yang harus dituntaskan, antara lain, optimalisasi serangan melalui sayap. Persebaya sebenarnya mempunyai banyak pemain bagus yang bisa bermain di posisi sayap, mulai dari Jaenal Ichwan, M. Hamzah, hingga Basuki. Namun, beberapa kali serangan dari sayap ini gagal memberi servis terbaik bagi Parker maupun Obiora.

"Itu menjadi salah satu PR yang akan kita perhatikan serius," kata pelatih berpengalaman tersebut. kbc4

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda