loading...
Kategori
MakroNasional
Mode Baca

Ini lembaga zakat yang diakui Ditjen Pajak

Online: Jum'at, 16 Desember 2011 | 10:57 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan menetapkan 20 Badan/Lembaga sebagai penerima zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib. Nantinya, zakat atau sumbangan keagamaan ini dapat dikurangkan dari penghasilan bruto dan bisa dijadikan pengurang pajak.

Direktur Penyuluhan Pelayanan dan Humas Dedi Rudaedi dalam siaran persnya mengatakan, Badan/Lembaga yang ditetapkan sebagai penerima zakat atau sumbangan meliputi satu Badan Amil Zakat Nasional, 15 Lembaga Amil Zakat (LAZ), 3 Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shaaqah (LAZIS) dan 1 Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia.

Ke-20 Badan/Lembaga penerima zakat atau sumbangan itu adalah sebagai berikut:

1. Badan Amil Zakat Nasional

2. LAZ Dompet Dhuafa Republika

3. LAZ Yayasan Amanah Takaful

4. LAZ Pos Keadilan Peduli Umat

5. LAZ Yayasan Baitulmaal Muamalat

6. LAZ Yayasan Dana Sosial Al Falah

7. LAZ Baitul Maal Hidayatullah

8. LAZ Persatuan Islam

9. LAZ Yayasan Baitul Mal Umat Islam PT Bank Negara Indonesia

10. LAZ Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat

11. LAZ Dewan Da�wah Islamiyah Indonesia

12. LAZ Yayasan Baitul Maal Bank Rakyat Indonesia

13. LAZ Yayasan Baitul Maal wat Tamwil

14. LAZ Baituzzakah Pertamina

15. LAZ Dompet Peduli Umat Daarut Tauhiid (DUDT)

16. LAZ Yayasan Rumah Zakat Indonesia

17. LAZIS Muhammadiyah

18. LAZIS Nahdlatul Ulama (LAZIS NU)

19. LAZIS Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (LAZIS IPHI)

20. Lembaga Sumbangan Agama Kristen Indonesia (LEMSAKTI)

Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2010 mengatur bahwa zakat atau sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib dapat dikurangkan dari penghasilan bruto. Zakat itu meliputi penghasilan yang dibayarkan oleh Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama Islam dan/ atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama Islam kepada badan amil zakat atau lembaga amil zakat yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

Selain itu, sumbangan keagamaan yang sifatnya wajib bagi Wajib Pajak orang pribadi pemeluk agama selain agama Islam dan/atau oleh Wajib Pajak badan dalam negeri yang dimiliki oleh pemeluk agama selain agama Islam, yang diakui di Indonesia yang dibayarkan kepada lembaga keagamaan yang dibentuk atau disahkan oleh Pemerintah.

"Dengan penetapan Badan/Lembaga penerima Zakat atau Sumbangan Keagamaan ini, Direktorat Jenderal Pajak berharap Wajib Pajak dapat dengan mudah menjalankan kewajiban perpajakannya," pungkas Dedi. kbc9

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/20/2014
12.408
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)