loading...

Industri melemah, buruh China protes keras

Online: Senin, 05 Desember 2011 | 10:47 wib ET

AKTIVITAS industri manufaktur China pada November 2011 terkontraksi untuk kali pertama dalam tiga tahun terakhir. Melambatnya permintaan barang secara global akibat krisis di Eropa dan Amerika Serikat telah mengganggu ekonomi China. Alhasil, para buruh pun was-was tentang masa depannya.

Pertumbuhan ekonomi cenderung melambat. Pada kuartal III/2011, ekonomi Negeri Tirai Bambu itu tumbuh 9,1%. Angka ini melambat dibanding kuartal II/2011 sebesar 9,5%. Kondisi industri manufaktur, yang selama ini menjadi tumpuan China, terpuruk.

Wajar jika para buruh pun was-was tentang masa depannya. Penurunan upah membayangi, bahkan bisa berujung ke pemutusan hubungan kerja (PHK). Tidak mengherankan, ribuan buruh pabrik di kawasan China selatan kini mulai rajin menggelar aksi unjuk rasa.

Di wilayah Shenzhen, misalnya, seperti dilaporkan AFP, Serikat Buruh Little Bird mulai mengonsolidasi gerakan dan mendesak pemberian upah lembur.

"Kami ingin mempelajari metode yang berbeda untuk melindungi hak-hak kami," kata Ran Lin, buruh yang bekerja 11 jam sehari dalam 6 hari, di Shenzen.

Ran Lin bekerja di perusahaan Yong Jie Electronics. Dia bergaji 2.000 yuan US$315 (sekitar Rp2,83 juta). Meski kerap lembur, Ran mengaku perusahaannya telah mengurangi biaya penggantian uang makan dan tempat tinggal.

Ran pun meradang. "Kami berkontribusi besar terhadap ekonomi negara. Saya berharap perusahaan memberikan kompensasi yang layak," tegas Ran.

Pendiri organisasi pekerja Little Bird, Wei Wei, mengatakan, perlindungan terhadap buruh harus diutamakan. Kini, para pekerja berusaha meningkatkan daya tawarnya ke perusahaan. "Para buruh sudah belajar bagaimana menyatukan suara," kata Wei Wei,.

Wei mengatakan, saat ini sudah ada banyak pabrik yang melek dengan pentingnya buruh bagi peningkatan kinerja perusahaan. Pabrik-pabrik di kawasan China selatan seperti Guangdog sudah mulai melakukan pendekatan yang manusiawi kepada para buruh. kbc3

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda