loading...
Kategori
KeuanganBank
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/29/2014
11.625
IHSG
7/25/2014
5.088,80
-9,84 (-0,19%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Dana murah BNI Surabaya tumbuh cepat

Online: Sabtu, 26 November 2011 | 17:27 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) wilayah Surabaya mencatat pertumbuhan penghimpunan dana murah masih mendominasi pada triwulan III/2011.

Chief Executive Officer (CEO) BNI Wilayah Surabaya, Sukarno mengatakan, dibanding deposito, penghimpunan dana murah di wilayah BNI Surabaya tumbuh lebih cepat. "Hingga triwulan III/2011, penghimpunan dana murah yang terdiri dari tabungan dan giro mencapai Rp 11,34 triliun. Sedangkan deposito tercatat pada periode yang sama sebesar Rp 6,9 trilun," katanya di sela Media Gathering BNI Wilayah Surabaya, Jumat (25/11/2011) malam.

Dilihat dari pertumbuhan secara year on year, tabungan mencatat pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhan penghimpunan tabungan mencapai 17,14%, sedangkan giro dan deposito tumbuh masing-masing 14,32% dan 12,90% dibanding periode triwulan III/2010.

Hingga akhir 2011, Sukarno menargetkan penghimpunan dana murah BNI Wilayah Surabaya naik 15% dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Sementara itu, penyaluran kredit BNI Wilayah Surabaya juga tumbuh signifikan. Untuk kredit konsumer misalnya, pada triwulan III/2011 tercatat tumbuh hingga 46,50% menjadi Rp 2,15 trilun. Periode yang sama tahun lalu, BNI menyalurkan Rp 1,471 triliun untuk kredit konsumer.

Sedangkan untuk kredit menengah tumbuh Rp 21,92% menjadi Rp 5,42 triliun dan kredit skala kecil tumbuh 10,65% menjadi Rp 2,15 triliun.

Data Bank Indonesia (BI) Surabaya menyebutkan, DPK dan kredit Bank Umum di Jatim pada triwulan III/2011 memang tumbuh positif. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh sebesar 14,34% menjadi Rp 235,38 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Peningkatan DPK Bank Umum di Jawa Timur tersebut juga diiringi dengan peningkatan penyaluran kredit yang tercermin pada pertumbuhan kredit dari Rp 174,08 T pada Triwulan II menjadi sebesar Rp 181,89 T pada Triwulan III Tahun 2011, atau meningkat sebesar 4,48% (qtq)dan secara tahunan tumbuh 19,09%. Kbc8

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda