loading...
Kategori
EnergiKelistrikan
Mode Baca

Peran konsuil listrik dituding melenceng

Online: Senin, 17 Oktober 2011 | 06:21 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Peran Koinsuil listrik dinilai melenceng sebagai inspeksi instalasi pemanfaatan ketenagalistrikan konsumen tegangan rendah. Banyaknya peristiwa kebakaran yang terjadi di pemukiman dan gedung perkantoran dewasa ini seharusnya tak lepas dari tanggung jawab peran konsuil.

Guru Besar Fakultas Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung Djoko Darmono menuding, peran konsuil telah melenceng jauh. Konsuil tidak ubahnya sebagai bagian kontraktor kelistrikan-sebagai operator yang memiliki spesifikasi teknis melakukan pemasangan komponen dan instalasi kelistrikan di setiap konsumen.

"Konsuil menilai teknis dan kualitas instalasi listrik yang dibuat kontraktor apakah memenuhi prosedur yang berlaku. Atas hal itu, Konsuil memberikan Sertifikat Layak Operasi (SLO) kepada PLN. Tapi Konsiul bekerja sendiri, tidak terkoordinasi baik antara kontraktor maupun PLN," kata Djoko dalam sebuah seminar di Jakarta, akhir pekan lalu.

Misalnya, dalam satu blok perumahaan yang berisi 100 unit, Konsuil cukup melakukan pemeriksaan secara sampling 10%. Bukan seluruh instalasi bangunan.

T. Haryono, pengajar Jurusan Tenik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada (UGM) mengakui, konsumen rumah tangga dikenakan tarif biaya pemeriksaan instlasi (BPI).

Misalkan daya 900 VA, dikenakan biaya pemeriksaan Rp 77.000 plus PPN 10%. Sementara pelanggan 1.300 VA dikenakan biaya plus PPN menjadi Rp 93.500.

Di satu sisi,konsuil terkesan mengejar pendapatan jasa inspeksi. Namun, sehubungan maraknya peristiwa kebakaran di pemukiman, hasil profesionalitas kerja inspeksi konsuil pun dipertanyakan. "Tapi Konsuil berdalih, rumah yang terbakar dibangun di bawah tahun 2002-sebelum konsuil berdiri," ujar dia.

Sementara hubungan kerja dengan PLN pun dinilai kurang harmonis. Konsuil dan asosiasi kelistrikan dianggap menghambat program manajemen PLN mengejar pemasangan 1 juta sambungan listrik baru. Program yang bertujuan mempercepat mengatasi daftar tunggu, masyarakat makin cepat dan efisien memperoleh pelayanan listrik.

Kasubdit Kelaikan Teknik dan Keselamatan Ketenagalistrikan Pahala Lingga mengusulkan, pemasangan instlasi kelistrikan pada rumah calon konsumen PLN dapat dilakukan tanpa harus dinyalakan MCB. Setelah Konsuil memberikan SLO, PLN dapat menyalahkan MCB milik konsumen baru tadi.

Meski begitu, dia mengakui, minimnya sumberdaya tenaga teknis usaha ketenagalistrikan dan inspeksi ketenagalistrikan yang tersertifikasi menambah karut marut masalah pemasangan penyambungan instalasi ketenagalistrikan. Pemerintah daerah juga dinilai masih kurang melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap kontraktor ketanagalistrikan. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/21/2014
12.045
IHSG
10/21/2014
5.029,34
-11,19 (-0,22%)