loading...
Kategori
Aneka BisnisIndustri
Mode Baca

Pangkas distribusi, Club buka pabrik di Nganjuk

Online: Kamis, 08 September 2011 | 08:24 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Tirta Bahagia terus lakukan ekspansi bisnis ke sejumlah daerah. Untuk memperkuat posisinya di Jawa Timur bagian barat, saat ini perusahaan air minum dalam kemasan (AMDK) dengan merek dagang Club ini tengah menyelesaikan pembangunan pabrik baru.

Pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 6 juta liter per bulan ini berlokasi di Sukomoro, Kabupaten Nganjuk. Diperkirakan, bulan depan pabrik tersebut akan mulai diujicobakan.

"Distribusi barang dalam bisnis AMDK memegang peran yang cukup penting. Makin pendek jalur distribusi, biaya distribusi makin murah dan suplai AMKD untuk konsumen juga makin lancar. Atas tujuan tersebut, saat ini kami sedang merampungkan pembangunan pabrik baru di Nganjuk untuk memenuhi kebutuhan AMDK masyarakat Jatim bagian barat," ungkap Marketing Director PT Tirta Bahagia, Andreas Tikno, di Surabaya, Kamis (8/9/2011).

Nantinya, produksi dari pabrik di Nganjuk tersebut, menurut lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Asosiasi Pengusaha AMDK Indonesia (Aspadin) Jawa Timur ini, akan digunakan untuk memenuhi suplai air minum di beberapa wilayah Jatim bagian barat dan sekitarnya, seperti Jombang, Kertosono, Nganjuk, Madiun, Kediri, dan Blitar.

"Pabrik yang baru ini nantinya hanya akan memproduksi air minum dalam kemasan cup saja, sementara yang dalam kemasan galon tetap masih dipenuhi dari pabrik kita di Pandaan," ungkapya.

Lebih lanjut Andreas mengungkapkan, kebutuhan akan air minum yang sehat dan bermineral akhir-akhir ini terus meningkat. Kondisi ini ditengarai oleh makin tingginya standar hidup masyarakat untuk hidup bersih dan sehat.

"Jika diasumsikan kebutuhan air per orang mencapai dua liter per hari, maka dengan jumlah masyarakat sebesar 35 juta jiwa, Jatim membutuhkan sekitar 70 juta liter air per hari yang harus dipenuhi. Katakanlah yang untuk air bersih bermineral mencapai 20%, berarti ada sekitar 14 juta liter air per hari yang harus dipenuhi oleh perusahaan AMDK," terangnya.

Sementara pada tahun ini, Aspadin masih menargetkan produksi AMDK di Indonesia mencapai 16,7 miliar liter. Ini berarti konsumsi AMDK hanya sekitar 10% konsumsi masyarakat Indonesia. Sementara di Jatim mencapai 20% dari total produksi nasional atau sebesar 3,2 miliar liter.

"Potensi pasarnya masih cukup besar. Saya yakin bisa meningkatkan kinerja Club menjadi semakin baik dari posisi saat ini yang masih bertengger di peringkat dua dengan market share sebesar 20%," tegasnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/22/2014
12.015
IHSG
10/22/2014
5.074,32
44,98 (0,89%)