loading...
Kategori
Aneka BisnisLain Lain
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/17/2014
11.465
IHSG
4/17/2014
4.897,05
24,04 (0,49%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Harga melambung, orang kaya buru emas lantakan

Online: Jum'at, 19 Agustus 2011 | 10:24 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Makin melambungnya harga emas di pasar dunia diperkirakan akan menggenjot permintaan emas lantakan untuk keperluan investasi. Beberapa produsen emas pun siap menggelontor pasar dengan produk emas murni lantakan.

Untung Bersama Sejahtera (UBS), salah satu produsen perhiasan emas paling besar di Indonesia, siap meluncurkan instrumen investasi berupa emas lantakan dengan pecahan mulai 5 gram hingga 100 gram.

"Kebutuhan pada emas murni lantakan terus meningkat belakangan ini. Ini tidak terlepas dari naiknya harga emas di pasar dunia," kata Marketing Manager UBS, Catur R Limas di sela pembukaan Surabaya International Jewellery Festival (SIJF) 2011, Jumat (19/8/2011).

Gejolak pasar saham dunia memang mengerek harga emas. Investor mencari instrumen investasi yang paling aman. Pada perdagangan Kamis (18/8/2011) waktu AS, harga emas di pasar spot naik hingga 2,1% menjadi US$ 1.825,60, setelah sempat menembus rekor baru di US$ 1.828,50 per ounce. Dengan demikian, harga emas sudah melonjak hingga 10% dalam 2 pekan, sekaligus menjadi performa 2 pekan terbaik sejak medio Februari 2009.

"Ada sentimen negatif (di pasar finansial) karena krisis utang di Eropa. Kecemasan di pasar saham mendorong investor memburu emas. Jika situasi ini terus berlanjut, harga emas bakal menembus IS$2.000 pada akhir bulan ini," ujar analis Country Hedging Inc, Sterling Smith, seperti dikutip dari Bloomberg.

<b>Investor pilih lantakan</b>

Catur R Limas mengatakan, saat ini permintaan emas untuk perhiasan memang menurun tajam lantaran harganya yang terus melonjak tiap hari. Pada momen jelang Lebaran seperti saat ini, biasanya terjadi peningkatan permintaan perhiasan emas. ’Tapi sekarang justru berkurang hampir 40 persen dibanding hari biasa,“ ujarnya.

Namun di sisi lain, penjualan emas lantakan justru sedang banyak diburu oleh investor alias para orang berduit. Ia mencontohkan, ketika perusahaan pertambangan emas milik negara, PT Aneka Tambang Tbk membuka penjualan emas lantakan untuk masyarakat di Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia, peminatnya membludak hingga ratusan orang per hari.

Sementara itu, Ketua Penyelenggara SIJF 2011, Leo Hadi Loe, peminat emas lantakan untuk keperluan investasi memang sedang tinggi. Dibandingkan emas perhiasan, jenis emas ini memang lebih diminati lantaran biaya produksinya yang sangat minim. "Dengan demikian, harga jual kembali bisa lebih tinggi karena tidak terpotong ongkos produksi," ujarnya.

Kini, bukan hanya masyarakat umum yang meminati emas sebagai instrumen investasi. Bank-bank sentral di berbagai negara maju pun memburu emas sebagai simpanan setelah mata uang dunia terus terdepresiasi nilanya.

Pria yang juga Country Representative untuk World Gold Council ini menambahkan, pada pameran SIJF 2011 sendiri akan ditampilkan sedikitnya 20 ribu desain dari sekitar 48 pengusaha dan72 perajin perhiasan. Selain produsen lokal, pameran ini juga akan menghadirkan produsen perhiasan kelas dunia dari luar negeri. kbc8/kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda