loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca

Harga jagung di pasar dunia menguat

Online: Selasa, 19 Juli 2011 | 09:46 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga jagung di pasar dunia semakin menguat. Bursa perdagangan komoditi CBOT (Chicago Board of Trade) mencatat harga Jagung berjangka mengalami kenaikan pada penutupan Jumat (15/7/2011). Harga Jagung berjangka untuk penyerahan September 2011 pun ditutup menguat sebesar 10,4 poin.

"Kenaikan harga jagung dipengaruhi belum optimalnya ekspor jagung dan terganggunya penanaman jagung akibat pengaruh cuaca di Amerika Serikat. Harga Jagung ditutup pada level harga US$701,2 per bushel," demikian Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dalam Analisis Perkembangan Harga komodoti, di Jakarta, Selasa (19/7/2011).

Bappepti mencatat pada penutupan perdagangan sebelumnya, harga jagung cenderung mengalami penurunan yang dipicu oleh adanya beberapa faktor seperti tertahannya pengiriman ekspor jagung Rusia, akibat adanya permasalahan pada sisi bea ekspor Jagung.

Namun saat bersamaan, Ukraina yang merupakan eksportir jagung di Eropa justru menunda pengiriman Jagung akibat adanya kewajiban pemenuhan persediaan Jagung dalam negeri yang harganya mulai naik.

Sayangnya penguatan harga jagung di pasar internasional, tidak diikuti harga jagung di pasar nasional yang cenderung stabil di harga yang tinggi. Sementara ketersediaan jagung di

petani dalam negeri grafiknya sudah menurun.

Harga komoditas Jagung pipilan kering kualitas di tingkat petani Kabupaten Lampung Selatan misalnya, cenderung stabil pada harga Rp 2.300 per kilogram dan Jagung asalan Rp2.000 per kilogram.

Bappepti mencatat kini sebagian besar petani Jagung dalam negeri, dalam masa tanam sehingga harga Jagung bertahan tinggi karena ketersediaan petani sudah menurun. Banyak

petani padi beralih menanam Jagung, karena memasuki musim kemarau dengan pasokan air terbatas di sejumlah lahan tadah hujan.

Berdasarkan data, luas tanaman jagung di Kabupaten Lampung Selatan mencapai 72.542 hektare yang tersebar di 17 kecamatan kabupaten itu, dengan produktivitas delapan ton

per hektare.

Di Jambi produksi Jagung mengalami penurunan 19,59 % atau 7.478 ton dari 38.169 ton pipilan kering pada 2009 menjadi 30.691 ton pipilan kering pada 2010.

Penurunan produksi Jagung di Jambi disebabkan menurunnya luas panen sebesar 1.832 hektare atau sebesar 18,12 persen dan juga produktivitas sebesar 0,68 kuintal per hektare atau 1,80%. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/30/2014
12.125
IHSG
10/30/2014
5.058,85
-15,21 (-0,30%)