loading...
Kategori
Aneka BisnisPerdagangan
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/24/2014
11.557
IHSG
7/24/2014
5.098,64
5,41 (0,11%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Harga CPO di pasar dunia dan lokal melorot

Online: Senin, 18 Juli 2011 | 20:14 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat harga CPO di dalam dan luar negeri mengalami penurunan. Jebloknya harga CPO itu terjadik karena pasokan terus menanjak.

"Pada penutupan perdagangan di MDEX (Malaysia Derivatives Exchange), harga CPO atau minyak kelapa sawit mentah mengalami penurunan harga sejak sepekan terakhir," demikian Bappebti dalam Analisis Perkembangan Harga Komodoti Perdagangan di Jakarta, Senin (18/7/2011).

Bappepti menganalisa, harga CPO untuk penyerahan Agustus 2011 ditutup pada level harga RM3121 per ton, dari harga sebelumnya RM3145 per ton. Penurunan harga CPO ini setelah minyak sawit naik signifikan dalam dua hari sebelumnya, sehingga memicu sebagian investor menjual kepemilikannya. Selain itu penurunan CPO dipengaruhi akan bertambahnya pasokan CPO Malaysia.

Harga CPO diprediksi akan mengalami penguatan karena spekulasi China, yang mungkin mempertahankan pertumbuhan ekonominya di sekitar 9%, sehingga mendorong naiknya permintaan minyak nabati. Departemen Pertanian AS menyebut, China adalah negara pengonsumsi terbesar minyak nabati.

Harga CPO di bursa dalam negeri juga merosot. Di Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI), harga CPO mengalami penurunan harga sebesar Rp 60 per kg.

Harga CPO untuk penyerahan Juli 2011 ditutup pada level harga Rp 8.965 per kg. Sementara harga tandan buah segar (TBS) di tingkat petani di Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara juga mengalami penurunan.

Jika harga sebelumnya berkisar Rp1.200 per kg, kini turun menjadi Rp 950 per kg. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda