loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca
Kurs USD-IDR
9/1/2014
11.698
IHSG
9/1/2014
5.177,62
40,76 (0,79%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Harga karet dunia melonjak, lokal masih stabil

Online: Jum'at, 08 Juli 2011 | 10:07 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat, harga karet di pasar perdagangan berjangka dunia mengalami grafik lonjakan yang luar biasa. Adapun harga karet di sejumlah daerah sentra penghasil karet Indonesia masih normal.

Pada penutupan perdagangan di SICOM (Singapore Commodity Exchange), harga karet berjangka RSS3 naik untuk penyerahan Agustus, yang ditutup pada level harga USc476 per kg dari harga

sebelumnya USc474.3 per kg, demikian analisis perkembangan harga Bappebti di Jakarta, Jumat (8/7/2011).

Kenaikan harga Karet di pasar internasional ini dipengaruhi kenaikan harga minyak mentah dunia. Harga berjangka karet juga naik yang didorong kenaikan kuat harga fisik karet, yang dipengaruhi spekulasi bahwa pasokan dari Thailand mungkin dibatasi.

Kekhawatiran pengurangan pasokan disebabkan karena cuaca hujan yang turun pada 70% wilayah Provinsi Thailand Selatan, yang merupakan perkebunan inti sehingga mempengaruhi produksi karet.

Di dalam negeri, Bappebti mencatat harga Karet alam jenis slab bersih kadar Karet kering (KKK) di pasaran Kota Jambi masih stabil dan tak ada tanda-tanda kenaikan yang berarti.

Stabilnya harga komoditas ekspor itu karena permintaan konsumen normal dan arus pasokan dari petani setempat lancar dan stok masih cukup memenuhi permintaan.

Sementara, harga Karet slab bersih 100% berada pada level harga Rp 34.600/kg, slab bersih 70% pada harga Rp 24.220/kg dan slab 50% pada level harga Rp 17.300/kg. Begitu juga harga jual di tingkat petani ke pedagang pengumpul masih stabil pada harga Rp15.000/kg hingga Rp16.000/kg.

Di Bengkulu, harga Karet asalan basah pada tingkat pedagang pengumpul juga masih stabil Rp 14.000, setelah sebelumnya naik dari Rp13.500 per kilogram.

Harga Karet di Bengkulu itu stabil lantaran permintaan dari tingkat pabrik belum ada peningkatan, sedangkan pasokan dari petani mulai lancar karena didukung cuaca cerah. Luas tanaman Karet di Bengkulu tercatat 118.616 Ha, dengan produksi sekitar 80.339 ton per tahun. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda