loading...
Kategori
Aneka Bisnis
Mode Baca

Hindari jatuh miskin, eks TKI dididik wirausaha

Online: Rabu, 18 Mei 2011 | 13:20 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Jawa Timur terus berusaha memacu penciptaan pengusaha baru. Di antaranya lewat pemberdayaan mantan TKI.

Yang terbaru, Sebanyak 230 mantan TKI atau yang biasa disebut TKI purna dari dua daerah, yakni Kabupaten Ponorogo dan Madiun, dilatih kewirausahaan. Tujuannya untuk mengenalkan dan meningkatkan usaha bagi mereka yang ingin memulai dan sedang menjalankan usaha.

"Kesejahteraan para TKI purna dan keluarganya layak untuk ditingkatkan. Jangan sampai setelah tidak lagi menjadi TKI malah jatuh miskin," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (UPT P3TKI) Jawa Timur, Hariyadi Budihardjo, saat dihubungi, Rabu (18/5/2011).

Sebab itu, kata Hariyadi, perekonomian para TKI purna dan keluarga perlu diberdayakan. Bagi yang baru memulai usaha perlu dibekali ilmu berwirausaha. Sedangkan bagi yang sudah menggeluti usaha perlu ditingkatkan usahanya, sehingga bisa lebih sukses dan produktif. "Kalau usahanya mikro, kita tingkatkan jadi kecil; yang kecil ditingkatkan jadi menengah," ujarnya.

Hariyadi menjelaskan, program pelatihan kewirausahaan dan bagi TKI purna di Ponorogo dan Madiun ini merupakan program berkelanjutan yang juga akan dilakukan pada beberapa daerah kantong TKI lainnya.

Kabupaten Ponorogo dan Madiun termasuk daerah pengirim TKI terbesar di Jawa Timur setelah Tulungagung, Malang, dan Banyuwangi.

Hariyadi menambahkan, untuk pelatihan kewirausahaan UPT P3TKI Jawa Timur melibatkan pengusaha dan TKI purna yang sudah sukses. Dihadirkannya TKI purna yang sudah sukses sebagai narasumber agar dapat membangkitkan semangat peserta pelatihan.

"Kehadiran TKI purna yang sudah sukses menggeluti usahanya di tengah-tengah para TKI purna yang sedang menjalani pelatihan ini secara tidak langsung menjadi testimoni bagi yang lainnya," kata Hariyadi. kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/20/2014
12.043
IHSG
10/20/2014
5.040,53
11,59 (0,23%)