loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/20/2014
11.420
IHSG
4/17/2014
4.897,05
24,04 (0,49%)
Minyak Mentah
4/17/2014
104,30
0,83 (0,80%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Benih unggul pacu produksi pertanian Jatim

Online: Rabu, 11 Mei 2011 | 10:03 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Pemberian bantuan dari program BLBU (Bantuan Langsung Benih Unggul) 2011 di Jawa Timur kini berbeda dengan tahun lalu. Yang membedakan, jika tahun lalu BLBU hanya untuk program penyediaan benih saja, kini targetnya diprioritaskan untuk meningkatkan produktivitas padi, jangung, dan kedelai nasional.

Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian (Distan) Jatim, di Surabaya, Achmad Nurfalakhi, mengatakan, dengan target peningkatan produktivitas itu, maka BLBU tahun ini harus digarap lebih serius. Artinya, dari pengadaan hingga proses penanaman yang dilakukan pihak Pemkab/Pemkot untuk tingkatkan produktivitas bisa berjalan optimal. Untuk anggaran BLBU, jika tahun lalu masih melalui Kementerian Keuangan, kini sudah dikelola langsung oleh Kementerian Pertanian. Namun, saat ditanya berapa besar dana BLBU yang dialokasikan untuk Jawa Timur, pihaknya belum bisa menentukan, karena kini masih tahap koordinasi dengan kabupaten/kota.

Guna mendukung penyelenggaraan pembangunan pertanian, khususnya dalam rangka peningkatan produktivitas itu, Dinas Pertanian Jatim juga melaksanakan kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT). Sedangkan untuk kebutuhan benihnya SLPTT akan dipenuhi melalui BLBU dan  Cadangan Benih Nasional (CBN). Selain itu, untuk menunjang akselerasi perkembangan tanaman tersebut, maka pihak Pemkab/kota juga memberikan dukungan  berupan Bantuan Langsung Pupuk (BLP).

Selain lahan komersial, ia mengimbau pada pihak kabupaten/kota untuk terus menggenjot produksi dengan mengelola lahan milik Perhutani melalui lembaga masyarakat desa hutan (LMDH). Pengelolaann hutan ini sendiri sudah melalui kerjasama antara Menteri Kehutanan dan Menteri Pertanian.

Untuk pengadaan BLBU tahun ini pemerintah menggandeng PT Sang Hyang Sri (SHS) dan PT Pertani. Keduanya mendapatkan jatah untuk pengadaan dari berbagai jenis, seperti padi non hibrida, padi lahan kering, padi hibrida, jagung hibrida, dan kedelai. Semua komoditi itu kini telah ditetapkan besar luasan lahan yang akan mendapatkan bantuan.Dari komoditi bantuan jenis padi non hibrida, pagu SLPTT yang disediakan yakni 185.000 ha. Dari jumlah itu, 62.803 ha ditangani SHS dan 71.772 ha oleh Pertani, sisanya sekitar 50.425 akan diperoleh dari CBN. Untuk bantuan jenis padi lahan kering total pagu SLPTTnya 36.550 ha, seluas 22.000 ha di antaranya ditangani SHS dan 14.550 ha lainnya ditangani Pertani.

Sedangkan untuk jenis padi hibrida, luasan lahan atau pagu SLPTT yang diberi bantuan, yakni 58.050. Dari jumlah itu, 5.583 ha ditangani SHS dan 10.586 ha ditangani Pertani. Sebanyak 41.881 ha yang belum teralokasikan akan diupayakan melalui CBN dari dana APBNP.Untuk komoditi bantuan jenis jangung hibrida, pagu SLPTT yang disediakan yakni 43.200 ha. Dari jumlah itu, 22.550 ha ditangani SHS dan 15.900 ha oleh Pertani. Sisanya, sekitar 4.645 ha akan diperoleh dari CBN dan 105 ha lainnya masih diupayakan melalui CBN dari dana APBNP. Untuk bantuan jenis komoditi kedelai, total lahannya dari pagu SLPTT seluas 113.000 ha.  Dari jumlah itu, 88.630 ha ditangani SHS dan 11.000 ha oleh Pertani, sisanya sekitar 15.370 ha akan diperoleh dari CBN. kbc7

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda