Eddy William Katuari dan kepak sayap Grup Wings

Rabu, 06 April 2011 | 11:23 WIB ET
Eddy William Katuari
Eddy William Katuari

INDUSTRI barang-barang konsumer (consumer goods) adalah bidang industri yang tak pernah ada matinya. Eddy William Katuari dan Grup Wings Surya membuktikannya. Wings Surya saat ini tercatat sebagai pemain terbesar kedua di industri barang konsumer di tanah air, bersaing ketat dengan Unilever yang merupakan perusahaan multinasional.

Versi Globe Asia 2008, kekayaan pria 60 tahun tersebut dan Grup Wings Surya mencapai US$1,21 miliar dan menempati jajaran ke-8 daftar orang terkaya di Indonesia. Perusahaan ini didirikan oleh Johannes Ferdinand Katuari dan kini menjelma sebagai perusahaan raksasa di industri barang konsumer yang tak hanya merajai pasar dalam negeri tapi juga berekspansi di sedikitnya 90 negara.

Sepeninggal mendiang Freddy Ignatius Katuari, Eddy William Katuari bisa semakin membuat Wings Surya eksis dalam bisnis barang konsumer di Indonesia. Produk-produk perusahaan tersebut terbentang mulai dari sabun, deterjen, hingga mie instan.

Wings Surya semula hanya produsen sabun colek dengan pasar yang terbatas di kawasan Surabaya saja. Semula nama yang dipakai adalah Fa Wings. Perlahan tapi pasti usaha sabun colek itu berkembang pesat. Pada awal decade 1990, Wings Surya kian agresif mengembangkan dan memperluas pasar. Tentu saja juga dengan memperbanyak inovasi produk yang bisa menjawab kebutuhan konsumen.

Kelompok perusahaan yang berbasis di Surabaya ini banyak mengembangkan produk-produk kebutuhan sehari-hari masyarakat dengan harga miring namun dengan kualitas yang terjamin. Strategi bisnis ini dipakai untuk bersaing dengan kompetitor raksasa macam Unilever. Positioning bisnis ini terbukti sukses di pasar, di mana produk-produk Wings Surya kian mendapat tempat di pasar.

Salah satu produk fenomenal dari Wings Surya adalah Mie Sedaap. Produk dari kelompok Wings Food ini berhasil mengubah konstelasi pasar di industri mie instan yang selama ini banyak dikuasai oleh produk dari perusahaan lain.

Tak hanya di industri barang konsumer, keluarga Katuari juga berekspansi di bisnis perbankan lewat bendera PT Bank Ekonomi Tbk sebelum akhirnya mereka memilih untuk melego bank tersebut ke Hongkong and Shanghai Bank Corporation (HSBC).

Selain itu, Grup Wings Surya juga merambah bisnis properti, perkebunan, oleo chemical, dan keramik. Di industri oleo chemical, Wings Surya berkongsi dengan Grup Salim dan Grup Lautan Luas lewat PT Ecogreen. Bisnis Wings Surya semakin lengkap dengan kehadiran perusahaan packaging, PT Unipack, yang merupakan hasil bermitra dengan PT Djarum.

Dengan gurita bisnis yang luar biasa banyak dan besar itu, Wings Surya kini menjadi salah satu titik sentral tumbuh-kembangnya perekonomian Indonesia. kbc7

Bagikan artikel ini: