loading...

Duit Rp3,85 triliun dikucurkan untuk tol Trans Jawa

Online: Selasa, 22 Maret 2011 | 18:01 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Pembangunan jalan tol Trans Jawa yang mangkrak akibat kurangnya dana pembebasan lahan, kini mulai bergairah lagi setelah pemerintah siap mengucurkan dana sebesar Rp3,85 triliun. Dana itu, untuk biaya pembebasan tanah. Ditargetkan pembangunan Jalan Tol Trans Jawa akan diselesaikan tahun 2014 mendatang.

"Pembangunan Jalan Tol Trans Jawa antara Jakarta dan Jawa, memang sempat terhambat karena sejumlah faktor, diantaranya kurangnya dana untuk pembebasan lahan," ungkap Hermanto Dardak, wakil menteri Pekerjaan Umum di Jakarta, Selasa (22/3/2011).

Hingga saat ini, sambung dia, terdapat sekitar sembilan ruas yang masih terbengkalai, dengan total panjang jalan mencapai 600 kilometer. Sembilan ruas tol Trans Jawa itu yaitu Cikampek-Palimanan (116 Km), Pejagan-Pemalang (57,5 km),

Juga, Pemalang-Batang (39 km), Batang-Semarang (75 km), Semarang-Solo (75,7 km), Solo-Mantingan-Ngawi (90,1 km), Ngawi-Kertosono (87 km), Kertosono-Mojokerto (40,5), Surabaya-Mojokerto (36,27 km).

Untuk melanjutkan pembangunan tol ini, pemerintah melalui Kementrian Keuangan akan mengucurkan dana senilai Rp 3,8 trilliun untuk biaya pembebasan tanah, lanjutnya.

Dana itu akan dianggarkan pada tahun 2011, diharapkan pembebasan lahan secara keseluruhan dapat diselesaikan pada tahun 2012 mendatang dan pembangunannya diselesaikan pada 2014.

Dan untuk pembangunan ruas Tol Cikampek-Palimanan, diharapkan akan diselesaikan terlebih dahulu. Dimana hingga saat ini pembangunannya sudah mendekati 91% dan targetnya selesai pada Agustus 2011, tambahnya.

Dikatakan, pemerintah akan meminta investor menambah dana konstruksi sebesar Rp 4 triliun berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 13 Tahun 2010 tentang Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha dalam Penyediaan Infrastruktur. Tambahan dana investasi ini lantaran biaya konstruksi memang mengalami kenaikan. Dengan demikian dana pembangunan ruas tol Cikampek-Palimanan menjadi sekitar Rp 11 triliun dari sebelumnya Rp 7 triliun. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda