loading...
Kategori
MakroNasional
Mode Baca

Rendah, produktivitas tenaga kerja Indonesia

Online: Selasa, 08 Maret 2011 | 18:14 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Produktivitas tenaga kerja Indonesia masih sangat rendah. Data International Labour Organization (ILO) 2009 menempatkan Indonesia berada di posisi 83 dari 124 negara. Bahkan, International Management Development (IMD) posisi Indonesia masih di atas Filipina yang menempati posisi 35 dari 57 negara di kawasan Asia.

“Rendahnya produktivitas kerja di Indonesia, karena tingginya angka kemiskinan, mahalnya beaya pendidikan, lapangan kerja yang masih terbata, tingkat pengangguran yang tinggi juga masih banyak yang lulusan di bawah SMA," ungkap Direktur Peningkatan Produktivitas Kemenakertrans Yunani Roaidah pada diskusi produktivitas tenaga kerja di Jakarta, Selasa (8/3/2011).

Yunani melanjutkan produktivitas saat ini menjadi semakin penting dan strategis sebagai faktor penentu jangka panjang terhadap daya saing dan kesejahteraan masyarakat di era globalisasi. Tantangan utama Indonesia saat ini maupun ke depan, bagaimana meningkatkan produktivitas yang masih rendah.

Selain itu, pemerintah harus menerapkan kebijakan dan strategi nasional yang mampu menggerakkan peningkatan produktivitas. Jika tidak, tenaga kerja Indonesia akan semakin jauh tertinggal dengan negara lain, paparnya.

Dikatakan, ada tiga jenis produktivitas yakni produktivitas secara filosofis, menejemen dan ekonomi. Produktivitas secara filosofis adalah sikap mental manusia Indonesia yang selalu melihat bahwa masa depan harus lebih baik dari hari ini. Harus bekerja keras bagaimana mengoptimalkan sumber daya yang ada memiliki nilai tambah.

Produktivitas secara menejemen adalah efektif, efisien dan berkualitas. Artinya produk barang dan jasa ini memiliki kualitas (baik), cost (efisien/rendah), delivery (cepat), hasil produk yang aman dan proses produk yang aman (tidak ada kecelakaan kerja), jelasnya.

Sedangkan produktivitas secara ekonomi adalah output per input. Artinya output harus lebih besar daripada input atau masukannya hasilnya lebih besar. Itulah nilai tambah, paparnya.

Menurutnya, berdasarkan perhitungan produktivitas nasional 2010, ada kenaikan produktivitas sebesar Rp21,4 juta. Jumlahnya naik dari tahun 2009 yang berada di posisi Rp20,8 juta per orang tenaga kerja.

Solusi untuk meningkatkan produktivitas, lanjut dia, melalui program pelatihan wirausaha dan pengembangan. Saat ini di Indonesia sudah digerakan di 132 desa produktif. Pada 2010, jumlah peserta kewirausahaan mencapai 5.000 orang, namun yang berhasil hanya 20% atau 1.000 orang.

Tahun 2011, jumlah peserta kewirausahaan ditargetkan 10.000 orang, diharapkan sebanyak 6.000 orang atau sekitar 60% peserta pelatihan wirausaha berhasil dan sukses dan berhasil, sehingga tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia bisa terdongkrak, harapnya. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/30/2014
12.125
IHSG
10/30/2014
5.058,85
-15,21 (-0,30%)