loading...
Kategori
Aneka BisnisAgribisnis
Mode Baca

BI kembangkan kluster sapi lokal di Bojonegoro

Online: Jum'at, 04 Maret 2011 | 15:42 wib ET

Bupati Bojonegoro Suyoto, Pemimpin Bank Indonesia (BI) Regional Jawa Timur Mohamad Ishak, dan Rektor Universitas Brawijaya Yogi Sugito (dari kiri ke kanan) melakukan penandatanganan perjanjian pengembangan kluster sapi potong

BOJONEGORO, kabarbisnis.com: Untuk meningkatkan daya saing sapi lokal di pasaran, Bank Indonesia (BI) bersama Pemkab Bojonegoro, Jatim, dan Universitas Brawijaya menjalin kerja sama pengembangan kluster sapi potong di Desa Napis, Kecamatan Tambakrejo Bojonegoro.

Program ini dilaksanakan untuk mewujudkan desa penghasil bibit sapi potong lokal yang berkualitas (breeding village center).

Pemimpin BI Regional Jawa Timur Mohamad Ishak mengatakan, program kluster peternakan sapi potong ini adalah bentuk sinergi yang dilakukan BI Surabaya dengan Pemkab Bojonegoro untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian daerah melalui sektor peternakan.

"MoU bersama Pemkab Bojonegoro ini menunjukkan adanya niatan yang jelas dari BI berperan aktif membantu semua daerah yang ingin maju," tegas Ishak seusai penandatanganan kerjasama yang dilakukan di Pendopo Kabupaten Bojonegoro, Jumat (4/3/2011).

Selama ini, lanjutnya, BI telah melakukan identifikasi daerah yang memiliki potensi ekonomi. Dalam kajian tersebut, Bojonegoro dinilai sebagai kabupaten yang tepat untuk proyek percontohan pengembangan sapi potong lokal.

"Kuncinya tetap di kabupaten, karena kami hanya akan memberikan pendampingan atau penguatan potensi yang sudah ada," tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bojonegoro Suyoto mengatakan, untuk membangun kesejahteraan masyarakat Bojonegoro, peningkatan kinerja di sektor agribisnis, termasuk peternakan, menjadi sangat penting untuk digenjot. Pada 2010, sektor ekonomi Bojonegoro yang mengalami pertumbuhan yang cukup besar adalah pertambangan. Sementara sektor pertanian dan peternakan justru tumbuh lebih rendah, padahal 80% masyarakat Bojonegoro berkiprah di sektor tersebut.

"Untuk itu, kami mati-matian berupaya meningkatkan kinerja sektor agribisnis ini," kata Suyoto.

Terkait populasi sapi yang ada di Bojonegoro, ia mengatakan saat ini cukup bagus. Akhir 2010, total populasi sapi potong di Bojonegoro mencapai 156.000 ekor, padahal posisi pada tiga tahun yang lalu masih mencapai 91.000 ekor.

"Kalau pemerintah ingin mencapai swasembada daging, maka yang bisa dilakukan adalah swasembada daging sapi dan kambing. Jika Bojonegoro diberi mandat, dalam jangka waktu dua hingga tiga tahun, kami pasti berhasil," pungkasnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/22/2014
12.458
IHSG
12/22/2014
5.135,50
-9,12 (-0,18%)