loading...
Kategori
Aneka BisnisPerdagangan
Mode Baca

Harga kedelai di Jakarta terus bergerak naik

Online: Selasa, 08 Februari 2011 | 09:08 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Harga kedelai di pasar tradisional Ibukota Jakarta, terus bergerak naik. Dua hari lalu harganya masih berkisar Rp6.800-Rp6.900 perkg, namun kini sudah meningkat lagi menjadi Rp7.000 per kg. Kenaikan ini akibat pasokan kedelai dari luar Jakarta, terus anjlok.

"Biasanya, kami dapat jatah 500 kwintal namun kini hanya 200 kwintal. Padahal kebutuhan memenuhi pelanggan kami sebanyak 450 kwintal. Sehingga kedela jadi rebutan, siapa duluan pasti dapat," papar Satria, pedagang kedelai di Pasar Kebayoran Lama Jakarta Selatan, Selasa (8/2/2011).

Diungkapkan, pembeli kedelai paling banyak pengrajin tahu, tempe, kecap juga susu kedelai. Sedangkan konsumen masyarakat umum jarang sekali mencarinya. Pengusaha industri rumahan ini memang sambat dengan kenaikan harga kedelai, yang terjadi sejak akhir tahun 2010.

Merosotnya pengiriman kedelai, sambung Satria, dipengaruhi oleh cuaca ekstrem yang melanda Indonesia sehingga mempengaruhi tanaman kedelai. "Saya dengar pemerintah impor kedelai, namun hingga kini belum ada yang beredar di pasaran," tambahnya.

Pak Temu (56), pedagang kedelai di Pasar Palmerah Jakarta Pusat menambahkan jika produksi normal, harga normal hanya Rp 4.500 hingga Rp 4.800 per kilogram. Namun kini sudah Rp7.000 perkg. Harga ini diprediksi terus bergerak melonjak, karena hingga kini belum ada solusi untuk mengatasi kekurangan kebutuhan kedelai.

"Memang kenaikan kedelai, sangat memukul pengusaha industri rumahan yang harus menelan pil pahit. Saya kasihan kepada mereka. Katanya banyak yang sudah gulung tikar, karena tingginya harga kedelai tak mampu memberikan keuntungan bagi pengrajin malah kabarnya banyak yang nombok, sehingga mereka pun menghentikan usahanya," keluh Temu. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/22/2014
12.447
IHSG
12/22/2014
5.136,96
-7,66 (-0,15%)