loading...
Kategori
Aneka BisnisPerdagangan
Mode Baca

Harga terigu lokal naik, pedagang jual merek impor

Online: Rabu, 26 Januari 2011 | 13:27 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Kenaikan harga terigu akibat turunnya produksi gandum dunia dipastikan akan terus terjadi sepanjang tahun ini. Hal ini dimungkinkan karena kondisi cuaca yang tidak bisa diprediksikan akibat pemanasan global.

Imbasnya, harga terigu di pasar dalam negeri juga terus mengalami kenaikan sejak pertengahan 2010 yang lalu. Dari pantauan kabarbisnis.com, harga terigu impor dari Turki saat ini sudah mencapai Rp111.000 hingga Rp114.000 per zak 25 kilogram atau sekitar Rp4.440 hingga Rp4.560 per kilogram. Padahal sebelumnya, harga komoditas impor tersebut hanya dikisaran Rp90.000 per 25 kilogram atau sekitar Rp3.600 per kilogram.

Sementara harga tepung terigu dalam negeri justru lebih mahal. Untuk tepung terigu merek Cakra umpamanya harga dipatok sebesar Rp160.000 per 25 kilogram atau satu zak dan tepung terigu merek Segitiga Biru mencapai Rp143.000 per 25 kilogram atau satu zak.

"Kenaikan ini sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir. Meski naiknya tidak seberapa, tapi kalau terus terjadi akan menjadi besar kenaikannya. Makanya saya tidak jual yang dalam negeri, karena mahal. Saya hanya jual yang jenis terigu impor dari Turki karena harganya lebih murah," ungkap Hajjah Mudah, salah satu pedagang Sembako di Pasar PPI jalan Gresik Surabaya, Rabu (26/1/2011).

Sementara berbagai kebutuhan pokok lainnya seperti beras juga masih sangat mahal, mencapai Rp7.000 per kilogram untuk jenis beras medium dan Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram untuk jenis beras super atau beras premium.

Kenaikan yang sama juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Harga minyak goreng curah saat ini telah mencapai Rp11.000 per liter dari harga awal Rp10.500 per liter.

Produsen makanan mengeluh

Akibatnya, banyak produsen roti dan gorengan mengeluh tidak bisa mendapatkan untung banyak dari hasil penjualan mereka. Karena laba harus dipangkas supaya konsumen tetap mau membeli.

"Sekarang tambah sulit, terigu naik, apalagi cabe, masih sangat mahal. Sementara untuk menaikkan harga jual gorengan tidak mungkin kami lakukan karena konsumen pasti komplain," ungkap Sulastri, salah satu pedagang gorengan di depan Pasar Pagesangan Surabaya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pemilik perusahaan waralaba PT Babarafi Indonesia, Hendy Setiono bahwa kenaikan harga terigu sangat mengganggu kelancaran bisnis kebab yang dilakoninya.

"Walau tidak menggunakan tepung terigu secara langsung, tapi saya merasakan juga dampak naiknya harga tepung terigu," katanya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/25/2014
12.069
IHSG
10/24/2014
5.073,07
-30,45 (-0,60%)