Demo hari antikorupsi di Jakarta rusuh

Kamis, 09 Desember 2010 | 20:49 WIB ET
aksi demo depan istana
aksi demo depan istana

JAKARTA, kabarbisnis.com: Demo hari antikorupsi internasional di depan Istana Negara dan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, rusuh. Kerusuhan bersumber dari sikap arogansi petugas kepolisian Polda Metro Jaya, yang tak sabar menghadapi pendemo. Petugas terpancing akibat kelelahan, kepanasan dan emosi memuncak karena berjaga sejak pagi hingga petang hari.

Di depan Istana Negara Jakarta, ratusan mahasiswa tergabung Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM-SI) usai melakukan orasi dan akan menyerahkan surat apresiasi keprihatinan ke Presiden SBY, namun aksinya dihalau petugas. Aksi dorong-dorongan pun terjadi.

Mahasiswa yang mengenakan seragam almamaternya berusaha keras menerobos blokade petugas, sekaligus mendapatkan perlawanan dengan menyeret, memukul serta menendang mahasioswa. Mahasiswa yang kena sasaran pun melakukan pembalasan. Bentrokan pun tak dapat dihindari, adu jotos terjadi. Seorang petugas berusaha menangkap seorang mahasiswa, namun dihalau oleh mahasiswa lainnya.

Keributan berhenti, setelah pimpinan lapangan Petugas Polda Metro Jaya melerai, bahkan kordinator lapangan BEM SI pun ikut meredamkan suasana. Setelah berunding, mahasiswa akhirnya

menyerahkan surat keprihatinan melalui perwakilan.

Dalam surat itu, BEM-SI mendesak agar Presiden SBY serius memberantas korupsi, merelakan korupsi Century diserahkan ke KPK, juga menuntut agar terdakwa mafia pajak Gayus Tambunan dikenakan pasal pemerasan dan penyuapan serta tidak hanya gratifikasi. Juga, skandal suap Deputi Gubernur BI dan skandal kasus IPO Krakatau Steel diusut tuntas.

Di depan gedung KPK Jakarta, bentrokan aparat dengan puluhan mahasiswa tergabung Fraksi Anti Korupsi (Fraksi) juga elemen masyarakat lainnya terjadi Kamis petang.

Malah, 4 orang diamankan oleh aparat kepolisian lantaran telah bertindak anarkis. Dua mahasiswa dari HMI ditangkap karena berusaha menurunkan bendera di Gedung KPK, 1 aktivis hendak membakar ban bekas dan satunya dianggap provokasi. Namun setelah dilakukan negoisasi, mereka pun dibebaskan.

Sementara itu, dalam orasinya mereka menuntut berbagai penyelesaian kasus, mulai dari kasus daerah hingga skandal pengucuran dana talangan Bank Century senilai Rp6,7 triliyun.

Di saat orasi itu, tiba-tiba dua orang aktivis HMI, Ahmad Jeki, dan Panji berusaha menurunkan bendera Merah Putih yang dikibarkan di depan gedung KPK setengah tiang. Petugas tak terima dan langsung mengamankan.

Kedua orang aktivis lainnya menyusul nasib dari dua orang aktivis HMI. Mereka adalah Kamaludin Laode, dan Pandopotan Lubis. Kamaludin ditahan oleh puluhan anggota kepolisian setelah membakar satu buah keranda kertas, sementara Pandepotan ditahan setelah terlibat aksi tarik menarik dengan anggota kepolisian.

Penangkapan mahasiswa itu akhirnya memicu kericuhan. Mahasiswa melempar benda seadanya ke aparat kepolisian, polisi pun melempar bahkan menyerang yang berniat membubarkan mahasiswa yang kebanyakan mengenakan jas almamater berwarna hijau dan biru. Suasana mereda setelah dilakukan dialog dan polisi membebaskan mahasiswa yang ditangkap. Kbc10

Bagikan artikel ini: