loading...

Ruas Tol Sumo seksi I A selesai tahun ini

Online: Senin, 30 Maret 2009 | 15:31 wib ET

Nampak kegiatan proyek Tol Sumo, Senin (30/3/09)

SURABAYA: Pembanguanan Tol Surabaya Mojokerto (Sumo) akan segera direalisasikan. PT Marga Nujya Sumo Agung sebagai penanggung jawab proyek sebesar Rp2,9 triliun berjanji akhir 2009 bisa merampungkan pembangunan Tol Sumo seksi I A, dari Surabaya hingga Sepanjang.

“PT Marga Nujya Sumo Agung bertekad menyelesaikan pembangunan tol Somo secepatnya. Dan kami mentargetkan seksi I A bisa rampung akhir tahun ini,” kata Direktur Utama PT Marga Nujya Sumo Agung, Djadjat Soedrajat pada acara selamatan percepatan pembangunan jalan tol Surabaya Mojokerto di Waru, Kabupaten Sidoarjo, Senin (30/3/09).

Djajat mengatakan pembangunan seksi I A ini mencakup jalur tol Sumo dari Surabaya hingga Sepanjang Sidoarjo dengan jarak 2,3 kilometer. Sementara pembangunan seksi I B dari Sepanjang hingga lingkar barat Krian rencananya akan selesai pada tahun 2010.

Asisten I Bidang Pembangunan dan Perekonomian Pemerintah Provinsi Jawa Timur Choirul Djailani mengatakan saat ini yang masih menjadi kendala adalah pembebasan tanah. Karena tanah yang sudah dibebaskan terhitung masih kecil.

Data MNA menunjukkan pembebasan tanah seksi IA mencapai 39,04%, seksi II sekitar 0,69%, seksi II 11,23% dan seksi IV sebesar 9,16%. Sementara pembebasan tanah seksi IB, yaitu sepanjang desa Bebekan, Karang Pilang, Waru Gunung dan Bambe masih belum terealisasi sama sekali.

Sementara Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto mengimbau pembebasan tanah sepanjang tol Sumo jangan sampai merugikan masyarakat.

“Dimanapun, yang namanya pembangunan infrastruktur selalu terkendala dengan pembebasan tanah. Namun usahakan masyarakat tetap untung dan tidak dirugikan. Karena hal ini sebenarnya sudah ada ketentuannya,” kata Djoko Kirmanto.

Menurut Kirmanto, aturan pembebasan tanah untuk proyek pembangunan infrastrukrtur sudah ada, baik melalui Perpres maupun aturan pelaksana.

“Untuk itu, saya meminta kepada Pemprov Jatim dan Bima Marga agar mempercepatnya. Karena mekanismenya sudah ada,” tuturnya.(kb8/kb3)

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda