November, PLTU Indramayu Unit 1 siap pasok listrik Jawa-Bali

Senin, 20 September 2010 | 09:15 WIB ET
(istimewa)
(istimewa)

JAKARTA, kabarbisnis.com: PLTU Indramayu Unit 1 yang merupakan bagian dari Proyek PLTU 1 Jawa Barat, Indramayu, siap memasok listrik untuk Sistem Jawa Bali (JAMALI) pada pertengahan November nanti. Saat ini PLTU Indramayu unit 1 tersebut sedang dalam tahap komisioning (pengujian).

Dengan masuknya tambahan daya dari PLTU Indramayu, dipastikan semakin memperkuat ketersediaan dan keandalan pasokan listrik di Jawa Bali. Sekarang ini, daya mampu pembangkit di Sistem Jawa Bali sekitar 19.000 MW dengan perkiraan rata-rata beban puncak sekitar 17.800 MW.

Sebagaimana dikutip dari keterangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KemenESDM), Senin (20/9/2010), setelah PLTU Indramayu Unit 1 PLTU Indramayu beroperasi tahun ini, diharapkan akan disusul kemudian dengan beroperasinya mesin pembangkit Unit 2 pada pertengahan Pebruari tahun depan. Sedangkan mesin pembangkit Unit 3, diperkirakan sudah bisa memasuki tahapan commercial operation date (COD) pada pertengahan Mei 2011.

Proyek PLTU 1 Jawa Barat sendiri, dibangun dengan kapasitas 3 x 330 MW dan terdiri dari tiga unit mesin pembangkit. Dibangun di atas lahan seluas 83 hektar di desa Sumur Adem, Kecamatan Sukra Kabupaten Indramayu.

Proyek percepatan pembangkit listrik

Pembangunan Proyek Percepatan Pembangkit Tenaga Listrik berbahan bakar batubara berdasarkan pada Peraturan Presiden RI Nomor 71 Tahun 2006 tanggal 05 Juli 2006 tentang penugasan kepada PT. PLN (Persero) untuk melakukan Percepatan Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik yang menggunakan batubara.

Perpres ini menjadi dasar bagi pembangunan 10 PLTU di Jawa dan 25 PLTU di Luar Jawa Bali atau yang dikenal dengan nama Proyek Percepatan PLTU 10.000 MW. Pembangunan proyek – proyek PLTU tersebut guna mengejar pasokan tenaga listrik yang akan mengalami defisit sampai beberapa tahun mendatang, serta menunjang program diversifikasi energi untuk pembangkit tenaga listrik ke non bahan bakar minyak (BBM) dengan memanfaatkan batubara berkalori rendah (4200 kcal/kg.).

Proyek–proyek pembangunan PLTU tersebut diharapkan siap beroperasi tahun 2009/2010. Dalam Pelaksanaan Pembangunan Proyek PLTU 1 Jawa Barat, Indramayu, dengan kapasitas 3 x 330 MW ini ,ditunjuk PT. PLN (Persero) Jasa Manajemen Konstruksi untuk melaksanakan Supervisi selama periode Konstruksi, sesuai surat penugasan Direksi PT. PLN (Persero), No. 0063/121/DIRKIT/2007, tanggal 11 April 2007.

Kontrak EPC PLTU 1 Jawa Barat, Indramayu ditanda tangani pada tanggal 12 Maret 2007 oleh PT PLN (Persero) dan Konsorsium dari China National Machenery Industry (SINOMACH), China National Electric Equipment Corporation (CNEEC) dan Perusahaan Lokal PT Penta Adi Samudera (SCP & JO ). Nilai kontrak dari proyek ini sebesar Rp1,647 triliun dan US$766 juta belum termasuk Value Added Tax, ekuivalen dengan IDR Rp8,698 triliun belum termasuk Value Added Tax.

Pendanaan, porsi USD sebesar 85% dari Bank Asing (Bank of China) dan sebesar 15% dari APLN. Porsi Rupiah sebesar 85% dari Konsorsium Bank BNI, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BRI dan sebesar 15% dari APLN. kbc3

Bagikan artikel ini: