loading...
Kategori
Aneka BisnisHotel & Travel
Mode Baca
Kurs USD-IDR
8/20/2014
11.694
IHSG
8/20/2014
5.190,17
25,00 (0,48%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Tarif listrik naik, beban hotel makin meningkat

Online: Sabtu, 28 Agustus 2010 | 11:08 wib ET

JAKARTA, kabarbisnis.com: Setelah tarif dasar listrik (TDL) mengalami kenaikan rata-rata 10% tahun 2010, dilanjutkan rencana kenaikan pada tahun 2011 sebesar 15% karena pemerintah akan menurunkan subsidi listrik secara bertahap, yaitu dari Rp 55,1 triliun pada 2010 menjadi Rp 41 triliun pada 2011, kalangan perhotelan semakin kelabakan.

"Kenaikan tarif listrik jelas membuat beban hotel makin meningkat, dan berdampak pada bisnis perhotelan di tanah air karena cost operational hotel semakin berat, sementara menaikkan tarif kamar untuk menutupi beban tersebut saat ini tidak memungkinkan mengingat tingkat hunian kamar (okupansi) rata-rata masih rendah akibat oversupply kamar hotel," ungkap Ketua Asosiasi Hotel Controller Jakarta (JHCA) Diyak Mulahela kepada kabarbisnis.com di Jakarta, Sabtu (28/8/2010).

Kenaikan TDL tahun 2010, sambung Diyak, sudah merupakan pukulan berat bagi bisnis hotel di tanah air, karena energi listrik merupakan salah satu komponen biaya (cost) yang paling besar dalam operasional hotel. Untuk mengatasi hal ini hotel harus menaikkan tarif kamar atau melakukan penghematan.

Dia mengatakan, untuk menaikkan tarif kamar hotel sebagai kompensasi adanya kenaikan TDL tidak memungkinkan mengingat tingkat okupansi hotel saat ini rata-rata masih rendah, yaitu kurang dari 60% dan harga kamar hotel sudah sesuai standard. Karena tidak menaikkan tarif kamar, hotel akan melakukan penghematan total khususnya dalam penggunaan listrik agar tidak berlebihan.

"Jika hotel memiliki 4-5 lift, satu lift tidak diaktifkan. Begitu pula petugas kamar harus mengontrol penggunaan listrik agar tidak berlebihan. Ini yang dilakukan hotel saat ini demi efiseinsi penggunaan listrik," urainya.

Diyak mengingatkan dalam melakukan penghematan total, seiring dengan terjadinya kenaikan TDL, pihak manajemen hotel jangan sampai mengurangi kualitas pelayanan dan kenyamanan tamu hotel. Pihak manajemen dalam penghematan juga tidak harus melakukan PHK, karena hal itu akan berdampak luas terutama terhadap kualitas pelayanan. Kualitas pelayanan merupakan faktor utama bagi industri perhotelan, untuk ini hotel harus menjaganya dengan baik..

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) telah mengusulkan kepada pemerintah agar mempertimbangkan dengan baik rencana kenaikan TDL karena dampaknya sangat besar terhadap bisnis perhotelan di tanah air. PHRI, seperti disampaikan Ketua JHCA, juga mengusulkan bila kenaikan TDL tetap diberlakukan perlu ada solusi, antara lain berupa pemberian insentif pajak sehingga membantu meringankan beban pengusaha. kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda