loading...
Kategori
Aneka Bisnis

Ekonomi pesantren terhambat riset pemasaran

Online: Rabu, 07 Juli 2010 | 16:46 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali mengatakan, ekonomi masyarakat pesantren sangat potensial untuk terus dikembangkan. Berbagai sektor industri bisa digarap di sana, mulai dari industri kreatif hingga jasa keuangan.

“Ekonomi pesantren sangat potensial, kendati di satu sisi ada beberapa kendala, seperti akses informasi," ujar Ali kepada kabarbisnis.com seusai pembukaan Pesantren Expo di Surabaya, Rabu (7/7/2010).

Karena itu, lanjut dia, melalui Pesantren Expo diharapkan produk dan inovasi dari karya para santri dapat diketahui secara luas oleh publik. Selama ini para santri sudah mampu berkarya dengan baik, tapi informasinya belum sampai ke masyarakat secara luas.

Ali menegaskan, akibat adanya keterbatasan informasi itu banyak produk pesantren yang tak mampu diserap pasar. Padahal produk yang dihasilkan selama belajar wirausaha di pesatren dinilai cukup potensial dalam bersaing di pasaran. Dalam hal riset pemasaran inilah kerap kali produk dari pesantren terganjal.

“Kendala di pemasaran ini yang perlu dipecahkan solusinya lewat berbagai pameran. Dalam hal ini Kementrian Agama dan kementerian terkait harus aktif membatu dalam masalah pemasaran,” ucapnya.

Peran Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI) yang bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Perindustrian dalam memprakarsai penyelengaraan pameran ini, dianggap sebagai jalan dan solusi yang baik.

“Semoga kegiatan Pesantren Expo seperti ini terus ditindaklanjuti di berbagai kota Indonesia, sehingga kemandirian santri dalam membangun ekonomi melalui UKM dan industri kecil dapat berkembang dengan baik,” katanya. kbc11

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda