Ekonomi pesantren terhambat riset pemasaran
SURABAYA, kabarbisnis Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Muhammad Ali mengatakan, ekonomi masyarakat pesantren sangat potensial untuk terus dikembangkan. Berbagai sektor industri bisa digarap di sana, mulai dari industri kreatif hingga jasa keuangan.
Ekonomi pesantren sangat potensial, kendati di satu sisi ada beberapa kendala, seperti akses informasi," ujar Ali kepada kabarbisnis.com seusai pembukaan Pesantren Expo di Surabaya, Rabu (7/7/2010).
Karena itu, lanjut dia, melalui Pesantren Expo diharapkan produk dan inovasi dari karya para santri dapat diketahui secara luas oleh publik. Selama ini para santri sudah mampu berkarya dengan baik, tapi informasinya belum sampai ke masyarakat secara luas.
Ali menegaskan, akibat adanya keterbatasan informasi itu banyak produk pesantren yang tak mampu diserap pasar. Padahal produk yang dihasilkan selama belajar wirausaha di pesatren dinilai cukup potensial dalam bersaing di pasaran. Dalam hal riset pemasaran inilah kerap kali produk dari pesantren terganjal.
Kendala di pemasaran ini yang perlu dipecahkan solusinya lewat berbagai pameran. Dalam hal ini Kementrian Agama dan kementerian terkait harus aktif membatu dalam masalah pemasaran, ucapnya.
Peran Konsorsium Pesantren Indonesia (KPI) yang bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Kementerian Perindustrian dalam memprakarsai penyelengaraan pameran ini, dianggap sebagai jalan dan solusi yang baik.
Semoga kegiatan Pesantren Expo seperti ini terus ditindaklanjuti di berbagai kota Indonesia, sehingga kemandirian santri dalam membangun ekonomi melalui UKM dan industri kecil dapat berkembang dengan baik, katanya. kbc11
- Nilai tukar rupiah terhadap USD hari ini Rp 9750.00
- Indeks Harga Saham Gabungan hari ini +63.231 menjadi 5208.914
- Pilihan Editor: Ingin dapat kredit, datangi Bank dan UMKM Expo di Surabaya
- Harga rumah tipe 36 ke bawah alami lonjakan kenaikan
- The Great Gatsby, sebuah film yang digarap bukan setengah-setengah
- Pasang foto tanpa izin, Rihanna tuntut Topshop US$5 juta
- Olympus tak lagi bermain di pasar kamera murahan
- Kecewa layanan jasa keuangan, lakukan hal ini ke OJK
- Waduh, uang rusak di Jatim capai Rp1,67 triliun
- Pasar properti sejumlah negara Asia bermasalah, RI lampu kuning?
- OJK masih kaji pemecahan lot saham jadi 100 lembar
- Kebut pembangunan Pasar Turi, La Nyalla didaulat jadi dirut
- Waspadai 17 kosmetik berbahaya ini
- 5 Kota ini jadi destinasi paling murah di Eropa di 2013
- Philips dorong penggunaan lampu hemat energi berbasis LED
- Produsen otomotif desak pemerintah segera teken aturan LCGC
- Penurunan Rp4 ribu sambut harga emas Antam pekan ini
- Hadang Ertiga dan Spin, Avanza dilengkapi airbag
- AirAsia kembali obral 2 juta kursi gratis
- PTPN VIII jadi jagoan genjot produksi buah tropis
- Cara Dahlan jadikan hortikultura RI tuan rumah di negeri sendiri
- Yuk, serap ilmu bisnis Bob Sadino di seminar Creativepreneurship
- Ekspansi, Jayanata segera buka outlet di Jakarta
- Mulai 2014, AHM bakal lahirkan 5,3 motor Honda per tahun
- Di Jatim, 200 pembeli antre Ertiga matik
- Pameran efektif kembangkan pasar UMKM
- Bangun pabrik gula di Malang, tiga investor siapkan duit Rp4 triliun
