loading...
Kategori
Aneka BisnisIndustri
Mode Baca

Pasar besar, industri ethanol berprospek cerah

Online: Sabtu, 12 Juni 2010 | 08:14 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Industri ethanol mempunyai prospek bisnis yang sangat cerah. Potensi pasarnya sangat besar dengan sedikit pemain di dalamnya.

"Barrier to entry di industri ini sangat tinggi mengingat keunikan dan karakteristiknya. Hal ini membuat industri ethanol hanya diisi segelintir pemain dengan pasar yang sangat besar," ujar Dirut PT Molindo Raya Industrial Tbk Sandojo Rustanto di Surabaya, Jumat (11/6/2010) malam. Molindo adalah salah satu produsen ethanol di Indonesia.

Selama ini, Molindo masih menjadi pemimpin pasar di industri ethanol. Selain Molindo, tiga besar produsen ethanol adalah PT Indo Lampung Distillery dan PT Indo Acidatama Tbk yang berbasis di Surakarta.

Ethanol biasanya digunakan untuk perusahaan industri barang konsumer seperti kosmetik, farmasi, rokok, makanan-minuman, dan pelarut. "Barang konsumer adalah bisnis abadi yang selalu ada sampai kapan pun. Sehingga, permintaan ethanol masih akan tinggi di masa mendatang," jelas Sandojo.

Kapasitas produksi pabrik perseroan di Malang saat ini mencapai 51.000 kiloliter per tahun. Dengan rencana ekspansi lewat PT Madusari Lampung Indah (MLI) yang berkapasitas produksi 50.000 KL, kapasitas produksi Molindo akan meningkat dua kali lipat.

MLI adalah perusahaan yang berafiliasi dengan Molindo. Molindo, yang kini melempar sahamnya ke publik, akan menggunakan dana IPO untuk ekspansi usaha dan memperkuat modal kerja Molindo. Sekitar 75% akan digunakan meningkatkan penyertaan modal dan pinjaman kepada MLI dan 25% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja Perseroan.

”Dengan tambahan modal tersebut, kepemilikan perseroan dalam MLI akan bertambah secara signifikan dari sebesar 27% menjadi 75%. Saat ini, porsi kepemilikan terbesar di MLI masih dipegang oleh PT Madusari Murni Indah (MMI) sebesar 73%. Jadi, ini akan berkontribusi dalam mendongkrak kinerja kami pada tahun-tahun mendatang,” kata Direktur Molindo Indra Rosa.

Indra menjelaskan, ekspansi dengan pembangunan pabrik yang terintegrasi akan semakin menguatkan posisi perseroan. Pabrik baru tersebut akan menelan dana Rp530 miliar yang 60% di antaranya berasal dari dana IPO dan sisanya dari pinjaman perbankan. "Lokasi pabriknya di Sumatera Selatan. Kita sudah punya 12.000 hektare izin lokasi, tapi nanti yang kita pakai 9.000 hektare. Nantinya itu terintegrasi mulai dari perkebunan tebu sampai pabriknya. Ini berbeda dengan di Lawang, Malang, yang cuma pabrik," jelas Indra.

Ekspansi akan dimulai pada 2011 dengan melakukan pembibitan dan menyelesaikan semua proses pembebasan tanah. Pada 2012, penanaman dan pembangunan pabrik sudah bisa dimulai. "Dan pada 2013 mulai masa panen sekaligus produksi ethanol," ujarnya. kbc5

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/24/2014
12.065
IHSG
10/24/2014
5.073,07
-30,45 (-0,60%)