loading...
Kategori
Aneka BisnisPerdagangan
Mode Baca
Kurs USD-IDR
4/23/2014
11.575
IHSG
4/23/2014
4.893,15
-5,06 (-0,10%)
Minyak Mentah
4/23/2014
102,15
0,02 (0,02%)
Emas
4/23/2014
1.287,70
7,10 (0,55%)

Harga sayur mayur di Surabaya masih tinggi

Online: Selasa, 08 Juni 2010 | 14:46 wib ET

Sayur mayur yang dijual di sebuah pasar tradisional. (dok. kabarbisnis.com)

SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejak satu bulan terakhir, harga sayur mayur di Jawa Timur (Jatim) khususnya Surabaya terus melejit tinggi. Bahkan komoditas ini menjadi penyumbang tebesar laju inflasi Jatim di bulan Mei 2010 yang lalu.

Dari pantauan kabarbisnis.com, harga sayur mayur di sejumlah pasar tradisional di wilayah Surabaya masih belum menunjukkan penurunan yang cukup signifikan. Harga bawang putih di pasar Wonokromo Surabaya misalnya masih diposisi Rp20.000 per kilogram, naik dari harga Rp15.000 per kilogram sejak dua minggu yang lalu. Padahal pada beberapa bulan yang lalu, harga komoditas bawang putih pernah menyentuh harga Rp6.000 per kilogram.

Sementara harga bawang merah juga masih diposisi Rp13.000 per kilogram sejak dua minggu dari harga asal sebesar Rp10.000 per kilogram. Hanya komoditas tomat yang sedikit menurun menjadi Rp8.000 per kilogram dari harga Rp12.000 per kilogram.

"Cuma tomat saja yang sudah agak turun. Kalau harga sayur mayur lainnya masih mahal," kata Hermin, salah satu pedagang sayur mayur di pasar Wonokromo Surabaya, Selasa (8/6/2010).

Hermin mencontohkan komoditas kubis sekarang harganya menjadi Rp9.000 per kilogram, padahal sebelumnya harga kubis ini hanya sekitar Rp5.000 per kilogram. Sementara harga wortel juga mengalami kenaikan menjadi Rp9.000 dari harga Rp8.000 per kilogram.

Hal senada juga terjadi di pasar tradisional Pagesangan Surabaya. Harga sayur mayur di pasar yang terletak tidak jauh dari masjid Al-Akbar ini juga masih tinggi. Untuk sayur sawi umpamanya, satu ikat sawi harganya sekitar Rp1.000 per ikat dari harga asal Rp750 per ikat. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda