loading...
Kategori
UmumPolitik
Mode Baca

Kuota perempuan di parlemen harus dipaksakan

Online: Senin, 16 Maret 2009 | 10:42 wib ET

MALANG: Kuota keterwakilan kaum perempuan minimal 30% di parlemen mulai 2009 harus dipaksakan, terutama di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Bagi partai politik (parpol) yang mangkir dalam pemenuhan kuota 30% harus dikenai sanksi.

"Karena itu, pemerintah harus segera menyikapinya dengan aturan jelas, termasuk sanksi bagi parpol yang mangkir," kata pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Mas`ud Said di Malang, Senin (16/3/09).

Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Fisip UMM itu, jika keterwakilan kaum perempuan di tingkat pusat minimal harus 30%, maka di tingkat provinsi akan bisa 20%-30%, dan di kota/kabupaten 15%-30%.

Rendahnya partisipasi perempuan di parlemen, kata Mas`ud, disebabkan enam unsur, di antaranya rendahnya tingkat pendidikan perempuan, rendahnya dukungan parpol, norma sosial yang berorientasi pada laki-laki, dan kurangnya dukungan media.

Faktor-faktor tersebut, kata dia kepada Antara, juga diperkuat dengan tidak adanya sanksi jelas jika kuota 30% anggota perempuan di parlemen tidak terpenuhi.

Dia mengakui, dalam pencalonan anggota legislatif pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2009 ini, hampir seluruh parpol memenuhi kuota 30%. Namun, yang dikhuatirkan adalah minimnya kemungkinan jumlah perempuan yang terpilih dan masuk dalam jajaran legislatif, sehingga kuota 30% tidak terpenuhi.

Menurut dia, ada beberapa strategi yang memungkinkan untuk dilakukan untuk mengerek keterwakilan perempuan di parlemen, antara lain penguatan isu secara nasional dan internasional, fokus pada penguatan perundangan ketimbang masalah kultural dan internal, serta penguatan kerjasama dengan pihak luar.

"Kalau keterwakilan perempuan di parlemen sangat minim, otomatis suara dan aspirasi kaum perempuan akan sulit tersalurkan. Pada akhirnya persamaan gender belum bisa diakui," demikian Mas`ud Said. (kb2)

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
10/21/2014
11.990
IHSG
10/21/2014
5.020,65
-19,88 (-0,40%)