loading...
Kategori
EnergiPertambangan
Mode Baca

Korsel investasi tambang Rp 7 triliun di Sultra

Online: Selasa, 10 Agustus 2010 | 00:17 wib ET

KENDARI, kabarbinis.com: PT. Future Green Human (FGH) group Indonesia, perusahaan internasional asal Korea Selatan, tahun 2010 telah menanamkan modalnya di sektor pertambangan nikel di Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) dan tambang emas di Bombana. Investasi ini merupakan yang terbesar dan menjadi kebanggaan bagi Sultra, yang mendapat kepercayaan dari investor asing.

"Sebenarnya, ini bukan wewenang saya memberikan informasi. Namun hasil rapat Gubernur Sultra, Nur Alam selalu menyinggung soal masuknya investor dari negara Kosel di Sultra," ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sultra Ibrahim Marsela saat berdialog wisata dengan tour operator dari Jakarta yang dipimpin Suharlli Lubis di Kendari, Senin (9/8/2010)

Dijelaskan, sebelum memilih Sultra sebagai tempat berinvestasi, perusahaan Korsel telah berkeliling di Indonesia, untuk mencari lokasi yang tepat.

Terkait masuknya investor asal negeri Gingseng itu, Pemprov Sultra sudah menyiapkan lahan seluas 1000 Ha, baik untuk rambang nikel maupun tambang pemurnian emas.

Sultra memang dikenal sebagai propinsi yang memiliki pertambangan nikel, aspal dan kini emas. Selama tahun 2009, jumlah perusahaan yang berinvestasi di sektor Pertambangan tercatat 10 dari ratusan berinveastasi dengan nilai seluruh mencapai belasan triliun rupiah.

Dari 10 perusahaan yang sudah berinvestasi dan melakukan kegiatan di lapangan adalah, PT Aneka Tambang dan Miusorse Group dalam pembangunan yang memproduksi fero nikel dan stainless steel di Kabupaten Konawe Utara, dengan rencana investasi 2 milyar US dolar, sesuai dengan MoU yang sudah ditandatangani antara perusahaan dengan Pemprov Sultra.

Selain itu, investasi PT Rio Tinto, perusahaan dari Inggris yang akan membangun pengolahan nikel di Kabupaten Konawe dengan total investasi US$4 miliar, PT Billy Indonesia membangun pabrik pengolahan nikel di Kabupaten Konawe Selatan dengan total investasi US$500 juta.

PT Starget Group membangun pabrik pengolahan nikel di Kabupaten Konawe Utara dengan total investasi US$500 juta. Juga PT Bumi Makmur Selaras membangun pengolahan nikel di kabupaten Konawe Utara, total investasi US$250 juta. PT Inco Tbk, membangun pabrik pengolahan nikel di Pomalaa, Kabupaten Kolaka dengan total investasi US$1 miliar.

Dan, PT Pertambangan Bumi Indonesia dengan terencana membangun pabrik pengolahan nikel di kabupaten Konawe Utara dengan total investasi sebesar US$150 juta. Kbc10

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
11/21/2014
12.195
IHSG
11/21/2014
5.112,05
18,48 (0,36%)