Navigasi: Home > Makro > Nasional > Artikel
http://www.eastjavabiz.org/kadinv2/index.php
Jendela Informasi Kadin Jatim

Sukuk ritel SR-002 terjual Rp8,03 triliun

Senin, 08 Februari 2010 | 14:10 wib ET
Layanan di kantor Trimegah Securities Surabaya. Trimegah adalah salah satu agen penjual sukuk ritel SR-002 (Purna Budi/kabarbisnis.com)

JAKARTA, kabarbisnis.com: Meski pada awalnya sempat diragukan karena imbal hasilnya dinilai tak menarik, permintaan terhadap Sukuk Ritel Seri SR-002 ternyata sangat tinggi. Pemerintah menyerap penawaran instrumen investasi berbasis syariah itu hingga Rp8,03 triliun atau 184,69% di atas target awal 18 agen penjual sebesar Rp4,35 triliun.

Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto mengatakan, angka tersebut berarti 167,77% dari target indikatif pemerintah sebesar Rp 3 triliun. ”Pemerintah tidak menyetujui jumlah pemesanan sebesar Rp 715,9 miliar karena melampaui batas penjualan," uajr Rahmat dalam jumpa pers di kantornya, Senin (8/2/2010).

Dia mengatakan, jumlah investor dari penjualan Sukuk ritel ini mencapai 17.231 investor, di mana 58,4% di antaranya adalah investor yang berdomisili di DKI Jakarta.

”Rata-rata pembelian adalah Rp466,24 juta. Ada investor yang membeli hingga Rp25 miliar,” kata Rahmat.

Imbal hasil sukuk ritel SR-002 sebesar 8,7%. Karena imbal hasil dibayar bulanan, sejatinya imbal hasil sukuk ini lebih tinggi dari 8,7%. Sementara untuk pajak, kupon sukuk ritel tersebut hanya dikenakan pajak 15%, lebih rendah dari pajak bunga deposito yang sebesar 20%.

Sukuk ritel SR-002 tersebut bertenor 3 tahun. Tanggal emisi pada 10 Februari 2010 dan jatuh tempo 10 Februari 2013. Investor dapat memesan sukuk ritel ini dengan investasi minimal Rp5 juta dan kelipatannya kepada para agen penjual.

Para agen penjual tersebut terdiri atas perusahaan perbankan dan perusahaan efek. Untuk perbankan, investor dapat membeli sukuk ritel tersebut di PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Syariah Mandiri, Citibank N.A, PT Bank CIMB Niaga Tbk, The Hongkong and Shanghai Banking Corporation, Ltd (HSBC), PT Bank Internasional Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank OCBC NISP Tbk, dan Standard Chartered Bank.

Sementara untuk perusahaan efek, investor dapat memesan di PT Trimegah Securities Tbk, PT Danareksa Sekuritas, PT Andalan Artha Advisindo Sekuritas, PT Bahana Securities, PT Ciptadana Securities, PT Sucorinvest Central Gani, PT Mega Capital Indonesia, dan PT Reliance Securities Tb k. kbc10

Berita Terkait
TRANSLATE THIS PAGE
kabarbisnis.com : Tentang Kami | Indeks Kabar | RSS
© Copyright 2009-2010 kabarbisnis.com, under management by PT. Airlangga Media Cakra Nusantara | Ketentuan Penggunaan