Beras OP: dibuang sayang, dimakan tak mengenakkan
Jum'at, 22 Januari 2010 | 22:07 wib ET
HARGA BERAS di pasaran semakin mencekik leher wong cilik. Pemerintah pun berniat baik dengan menggelar operasi pasar (OP). Tujuannya menekan harga sekaligus agar rakyat jelata bisa makan beras karena harganya murah.
Niat baik itu diterapkan Pemerintah kota Jakarta Selatan melalui Sudin Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (KUMKM) dan Perdagangan, dengan menggelar OP di Kelurahan Guntur, Kecamatan
Setiabudi, Jakarta Selatan, serta di Kelurahan Harapan Mulia Kemayoran Jakarta Pusat, Jumat (22/1/10). Warga sekitar pun berbondong-bondong, ya mumpung harga beras masih bisa dijangkau.
Beras yang dijual OP itu dengan harga Rp 5.300 perkg memang sangat murah dalam kondisi saat ini yang harganya bisa selisih Rp 1.500 sampai Rp 2.000 perkg. Juga harga minyak goreng curah Rp 7.500 perliter atau lebih murah dibandingkan harga pasar sebesar Rp 9.000 perliter serta gula pasir Rp 8.300 perkg jauh di atas harga pasar yang mencapai Rp 12.000 perkg.
Mumpung harga murah dalam sekejap sekitar 400 Kg beras ludes terbeli dari stok yang disiapkan 8,5 ton beras yang didatangkan dari Pare-pare Sulawesi Selatan. Namun setelah dibawa pulang warga pun kecewa berat karena kualitas beras murah OP sangat jelek, warnanya kuning, kondisinya kotor, baunya apek bahkan saat dimakan harus didorong dengan air yang banyak.
"Gimana pemerintah ini, menjual beras kok begini (kualitasnya sangat jelek). Mau dibuang sayang dimakan tak mengenakan. Ya inilah nasib rakyat kecil," papar Bu Salamah, warga RW 06 Kel. Guntur Jakarta Selatan.
Salamah sudah membeli beras 3 kg untuk dimakan selama seminggu. Harga beras OP memang lebih murah dibandingkan harga di pasar, namun kondisi beras itu sebenarnya tak layak dikonsumsi namun apadaya kondisi keuangan terbatas, membuat janda ini harus membelinya, harus makan untuk mengganjal perutnya. "Yang penting beras itu dicuci bersih untuk menghilangkan bau apek dan warnanya," ucapnya.
“Memang, mentang-mentang beras murah kualitasnya sangat buruk. Seperti nggak ada beras lain yang lebih bagus lagi,” keluh Fatimah, warga RW 06 Kel. Guntur, saat antri OP sembako yang
digelar di Jl Perahu RT 06/06.
Semula Fatimah bermaksud membeli beras murah sebanyak 10 kg, namun mendengar keluhan warga lain yang sudah membeli. Niat beli beras pun diurungkan dan beralih membeli gula pasir dan minyak goreng.
Meski demikian, masih ada sejumlah ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan miskin dan padat penduduk ini masih tetap nekad membeli beras OP. Namun pembelian itu tidak dalam jumlah banyak hanya beberapa kilo saja.
"Kita sabar saja pak, memang hidup kita ini susah ya makan seadanya dengan beras murah. Soal bau dan warna beras yang kuning bisa dicuci dan diolah, kalau nggak bisa dimakan ya digoreng saja," celetuk Bu Satria warga setempat.
OP beras di Kelurahan Harapan Mulia Kemayoran Jakarta Pusat, malah menyedihkan. Lantaran tak satu pun warga miskin membeli beras OP, yang kualitasnya parah, ditambah bau, warnanya sudah tak putih juga saat dipegang sangat kasar. Akibatnya OP beras tidak laku.
"Kok, masih bagus jatah beras rakyat miskin (raskin). Katanya operasi pasar, tapi yang dijual beras yang menyedihkan. Ini namanya penghinaan kepada rakyat kecil disuruh makan beras kayak beginian," ungkapo Ny.Evi Suharyati, warga RT 07/08 Kelurahan Harapan Mulia.
Dalam OP ini, pemerintah kota Jakarta Pusat menyediakan satu truk berisi 5 ton beras yang dikemas menjadi 2.500 bungkus plastik beratnya masing-masing 2 Kg. Sejak pukul 08.30 OP dibuka hingga pukul 10.00, ternyata sepi pembeli. Memang warga yang datang bawa kupon, tapi setelah melihat kualitas beras malah urung membeli. Bahkan pulang dengan mengerutu, mengomel dan mengejek pemerintah yang tak berniat menjual beras yang layak dimakan.
Asisten Perekonomian Jakarta Selatan Suluh Sudiharto serta Febby Prabawati, Kepala Seksi Perdagangan Dalam Negeri Sudin Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (KUKMP) Jakarta Pusat malah tak tahu kondisi beras yang dijual sangat jelek dan tak layak konsumsi. Mereka beralasan yang sama bahwa beras itu dikirim langsung dari Bulog. (endy poerwanto)
Berita Terkait
- Pembagian raskin diharapkan selesai sebelum lebaran
- Pengadaan beras Bulog Jatim kurang 10%
- Tak ada tanda-tanda harga beras menurun
- Bulog: Agustus, ada dua kali penyaluran raskin
- Jelang puasa, penyaluran raskin dipercepat
- Pengadaan beras seret, Bulog turunkan target
- Tekan harga, Bulog Jember siapkan operasi pasar
- Jelang Ramadhan, stok beras dijamin aman
- Meski sepi, OP beras tetap digelar di Surabaya dan Malang
- Harga beras melonjak, penyaluran raskin dipercepat

