Krisis global picu peserta non aktif Jamsostek bertambah
Kamis, 10 Desember 2009 | 17:13 wib ET
JAKARTA - Direktur Utama PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) (Persero) Hotbonar Sinaga menyebutkan bahwa peserta non aktif Jamsostek hingga akhir September 2009 ini telah mencapai 19 juta peserta. Jumlah ini jauh lebih besar dibandingkan dengan peserta aktif yang hanya mencapai 8,2 juta peserta.
“Meningkatnya jumlah peserta non aktif tersebut akibat banyaknya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan perusahaan peserta Jamsostek pada masa krisis global di awal tahun 2009,” jelas Hotbonar.
Peserta yang aktif itu masih bayar iuran rutin per bulan, sedangkan yang tidak aktif tidak lagi membayar iuran karena sudah tidak bekerja.
Para peserta tidak aktif tersebut berhak untuk mencairkan jaminan hari tua walaupun belum memasuki masa pensiun. Hal itu tertuang dalam peraturan pemerintah yang menyebutkan perserta Jamsostek lebih dari 5 tahun berhak mendapatkan jaminan hari tua.
Hingga saat ini, total jumlah peserta jamsostek baik aktif maupun tidak aktif mencapai 27,6 juta. Jumlah tersebut, baru terealisasi 39,95% dari target akhir tahun yang tertuang dalam rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP). kbc7
Berita Terkait
- Pacu peserta, Jamsostek tingkatkan layanan kesehatan
- Jamsostek pacu pinjaman uang muka perumahan
- Jamsostek tuntaskan pembelian saham Bukopin
- Jamsostek akan salurkan Rp105 miliar PUMP kredit rumah
- Jamsostek alokasikan dana CSR Rp100 miliar
- PUMP Jamsostek capai Rp7,42 miliar di Jatim, Bali, Nusra
- Jamsostek targetkan tambah 300.000 peserta di Jatim, Bali, Nusra
- Jamsostek fokus tekan angka peserta nonaktif
- 2009, Jamsostek bayar santunan Rp670,76 miliar di Jatim
- 2010, target peserta Jamsostek 2,7 juta pekerja

