BUMN jadi pilar penyangga ekonomi nasional
Kamis, 11 Maret 2010 | 17:51 wib ET
JAKARTA, kabarbisnis.com: Menteri BUMN Mustafa Abubakar menilai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kini menjadi pilar utama penyangga ekonomi nasional dan peranannya memang sangat
besar. Sebagai perbandingan, anggaran belanja modal dan operasional seluruh BUMN menyamai volume APBN atau setara kurang lebih Rp1.000 triliun.
"Sumbangan penting BUMN juga tercermin dari volume pembayaran pajak dan deviden," ungkap Mustafa dalam Orasi Ilmiah bertajuk Meningkatkan Daya Saing BUMN Sebagai Pelaku Pasar
Bebas, pada Wisuda Universitas Nasional (UNAS) di Jakarta, Kamis (11/3/10).
Angka realisasi tahun 2008, kata menteri, sumbangan BUMN terhadap APBN sebesar Rp 129,4 triliun dengan komposisi Rp 100,3 triliun dari pajak dan Rp 29,1 Triliun dari kontribusi
dividen. BUMN juga menyerap lebih dari 700 ribu tenaga kerja melalui industri terkait.
Dikatakan, peran penting BUMN terus didukung kinerja yang grafiknya terus meningkat. Total aset BUMN tahun 2009 meningkat Rp 77 triliun dari Rp 1.978 triliun pada tahun 2008 menjadi
Rp 2.150 triliun pada tahun 2009. Tahun 2010 target total aset menjadi Rp 2.505 triliun.
Laba bersih BUMN 2009 mencapai Rp74 triliun, melampui target yang ditetapkan Rp70 triliun. Tahun 2010 ditargetkan meningkat menjadi Rp92,7 triliun. Peningkatan juga dari belanja modal, tahun 2010 Rp190,8 triliun dari sebelumnya Rp107 triliun tahun 2009, ucapnya.
Mustafa melanjutkan dalam pengembangan usaha kecil menengah (UKM) dan kepedulian terhadap lingkungan, volume bantuan yang disalurkan BUMN sampai tahun 2009 mencapai Rp11,3 triliun. Komitmen kemitraan dengan UKM, didasari kesadaran bahwa UKM adalah pelaku usaha yang tangguh dan berdaya tahan tinggi dalam menghadapi krisis ekonomi. Kbc10
Berita Terkait
- 12 BUMN Surabaya gelar pasar murah
- 119 BUMN belum laporkan kekayaan pejabatnya
- Enam BUMN siap diprivatisasi pada 2011
- PLN-Semen Gresik Group kerjasama pasokan listrik
- ADHI raup US$4 juta dari anak usaha
- Pascaakuisisi Inalum, kaji bentuk BUMN baru
- Topang capex Pertamina, BRI pinjami Rp1,1 triliun
- Otoritas Asahan: Perbesar saham Indonesia di Inalum
- Pengadaan migas Bank BUMN untuk KKS tembus Rp50 triliun
- Kelola Rp40 triliun, BUMN Fund diluncurkan 30 Juni

