Navigasi: Home > Kadin Jatim > Artikel
http://www.eastjavabiz.org/kadinv2/index.php
Jendela Informasi Kadin Jatim

Mendesak, industrialisasi pertanian di Pamekasan

Senin, 01 Februari 2010 | 15:11 wib ET
La Nyalla Mahmud Mattalitti

SURABAYA, kabarbisnis.com: Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur (Jatim) La Nyalla Mahmud Mattalitti mengungkapkan, untuk mendorong percepatan laju ekonomi di Pamekasan, pemerintah harus segera merealisasikan industrialiasi pertanian di wilayah tersebut.

Langkah ini dilakukan mengingat sektor pertanian adalah penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Pamekasan, yaitu mencapai sekitar 39%. Sementara sektor perdagangan menyumbang 25%, sektor jasa sekitar 20%, dan sektor industri hanya menyumbang sekitar 0,36%.

"Kalau kita lihat laju pertumbuhan ekonomi Pamekasan antara tahun 2005-2008, hanya berada dikisaran 4,65%-5,22%. Cukup jauh dari pencapaian Jatim yang berada dilevel 5,80%-5,90%. Dan untuk meningkatkannya, maka kuncinya hanya dengan meningkatkan produktifitas pertanian. Sebabkan sumbangan terbesar PDRB Pamekasan diperoleh dari sektor pertanian," kata La Nyalla Mahmud Mattalitti kepada kabarbisnis.com, Senin (1/2/2010).

La Nyalla mengungkapkan hal tersebut berkaitan dengan terbentuknya kepengurusan Kadin Pamekasan belum lama ini.

Menurut Nyalla, peningkatan sektor pertanian ini bisa diwujudkan dengan melakukan percepatan program industrialisasi berbasis pertanian. Terlebih dengan terbangunnya jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) akan mempermudah transportasi dan akses pasar.

"Menghadapi kemungkinan ke depan, saya kira kabupaten Pamekasan perlu memilih secara cermat mana saja produk pertanian mereka yang potensial utnuk dikembangkan. Bukan hanya di hulu, namun juga dapat dikembangkan disektor hilir industri pengolahannya," lanjut Nyalla.

Yang tidak kalah penting, ungkapnya, pemerintah Pamekasan harus membuat program stimulus untuk produk pertanian yang terpilih. Dan ini ditujukan agar produk petanian tersebut bisa dikembangkan menjadi produk industri olahan berbasis pertanian.

"Dengan demikian, stimulus program di sekor pertanian ini bisa dinikmati oleh petani, industri dan konsumen. Dan pada gilirannya bisa memicu peningkatan pertumbuhan ekonomi Pamekasan," pungkasnya. kbc6

Berita Terkait
TRANSLATE THIS PAGE
kabarbisnis.com : Tentang Kami | Indeks Kabar | RSS
© Copyright 2009-2010 kabarbisnis.com, under management by PT. Airlangga Media Cakra Nusantara | Ketentuan Penggunaan