Navigasi: Home > Kadin Jatim > Artikel
http://www.eastjavabiz.org/kadinv2/index.php
Jendela Informasi Kadin Jatim

UMKM Gresik antusias ikuti B2B Kadin Jatim

Rabu, 16 Desember 2009 | 20:50 wib ET

GRESIK - Para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang mengikuti business gathering dan business meeting yang diselenggarakan Kadin Jawa Timur bekerjasama dengan Badan Penanaman Modal dan Perijinan (BPMP) Kabupaten Gresik berharap ada peningkatan kualitas produksi dan pemasaran usai kegiatan tersebut.

Haji Lutfi, produsen sarung tenun dari sentra pengrajin sarung di Desa Jambu, Kecamatan Cerme Gresik, berharap ada terobosan-terobosan pemasaran usai mengikuti business meeting yang dikonsep business to business (B2B).

“Kalau bertemu dengan buyer langsung, seperti ini jadi enak sebab bisa berkomunikasi langsung. Semoga hasilnya seperti saat kami ikut pameran di Dubai beberapa waktu lalu,” jelas Haji Lutfi yang mengelola bisnisnya bersama kakaknya.

Sementara itu, Umi Khulsum, produsen krupuk macaroni dan beberapa jenis camilan lainnya, meminta penilaian dan masukan dari Benaya V Jaya dan Phillip W Glaeser. Kedua orang konsultan Pangan dan Jaringan Bisnis Internasional ini lantas menyarankan sejumlah alternatif agar kemasan produk camilan Umi tampil lebih menarik dan elegan.

“Selain kemasan, kami kerap banyak tertekan dengan aturan-aturan perbelanjaan modern seperti hypermarket. Padahal produk kami bisa menembus syarat kualitas untuk masuk kesana,” keluh Umi.

Dia berharap pertemuan B2B dengan eksportir seperti Juwono dan Sri Hartati dapat memacu dan memberi alternatif pemasaran produk-produknya. Juwono dan Sri Hartati adalah dua dari 10 buyer yang diajak Kadin Jatim untuk bertemu para pengusaha UMKM asal Gresik tersebut.

Sementara itu Kepala BPMP Kabupaten Gresik, Mukh Najikh menyatakan pihaknya dalam kegiatan tersebut bukanlah broker yang mengutip komisi. “Kami hanya menjadi mak comblang saja. Kami hanya menjalankan fungsi fasilitator bagi kalangan UMKM ini,” jelas Najikh.

Sebelumnya, pada business gathering, Kadin Jatim menyampaikan sejumlah materi sebagai masukan bagi para UMKM agar lebih maju. Diantaranya adalah strategi pemasaran dan upaya menembus pasar internasional. Materi ini disampaikan oleh Phillip W Glaeser, seorang konsultan asal Jerman.

“UMKM wajib memiliki website sebab pasar di Eropa membuat penilaian tentang kredibilitas produk dan perusahaan UMKM dari keberadaan website tersebut,” jelas Phillip yang pernah mengunjungi sentra produksi camilan di Desa Morowudi, Kecamatan Cerme, Gresik.

Pemateri lainnya, Benaya V Jaya memaparkan tentang pembuatan dan desain kemasan produk-produk yang dihasilkan UMKM.

Sedangkan Dadan ushendarman, menyampaikan materi tentang persiapan menembus pameran dan strategi melakukan promosi.

Business gathering semakin lengkap dengan pemaparan materi tentang permodalan bagi UMKM dari A Dharma Setyawan. “UMKM harus berani mengakses kredit dari bank agar berkembang sehingga tidak tergantung pada dana-dana program kemitraan dan bina lingkungan [PKBL] atau corporate social responsibility [CSR],” himbau Dharma.

Berita Terkait
TRANSLATE THIS PAGE
kabarbisnis.com : Tentang Kami | Indeks Kabar | RSS
© Copyright 2009-2010 kabarbisnis.com, under management by PT. Airlangga Media Cakra Nusantara | Ketentuan Penggunaan