Kadin: Tingkatkan daya saing dengan efisiensi
Selasa, 24 November 2009 | 15:55 wib ET
SURABAYA - Terkait dengan peningkatan daya saing produk Indonesia dalam menyikapi liberalisasi perdagangan, Wakil Ketua Umum Bidang Jasa dan Promosi Perdagangan Luar Negeri Kamar Dagang Industri (Kadin) Jatim, Isdarmawan Asrikan, mengimbau kepada pelaku industri untuk melakukan efisiensi biaya.
"Efisiensi tersebut bisa diterapkan dalam hal biaya transportasi, proses produksi, handling di pelabuhan dan juga dalam hal ongkos kendaraan. Dengan catatan, tanpa mengesampingkan kualitas produksi," kata Isdarmawan Asrikan saat Sosialisasi Kerja Sama Perdagangan Internasional di Hotel Shangri-La Surabaya, Selasa (24/11/09).
Dengan efisiensi tersebut, kata Isdarmawan, maka harga jual produk bisa menjadi murah sehingga harganya bisa bersaing dengan produk luar negeri. Di sisi lain, kualitas produk Indonesia menurutnya juga tidak kalah dengan produk luar negeri. Ini terbukti dengan banyaknya pembeli luar negeri yang memuji dan mengatakan bahwa produk Indonesia sangat baik.
Namun, Isdarmawan mengeluhkan tingginya suku bunga perbankan yang ditentukan saat ini. Padahal BI sudah menurunkan BI Rate hingga level 6,5%.
"Yang menjadi persoalan saat ini, adalah masih tingginya suku bunga perbankan di Indonesia. Padahal BI telah menurunkan BI Rate di level 6,5%. Ini yang kemudian ikut andil dalam terbentuknya biaya tinggi dalam industri dalam negeri," akunya
Menurut Isdarmawan, dengan BI Rate di level 6,5%, seharusnya suku bunga perbankan sudah berada di level 10%-12%. Tidak seperti saat ini yang amsih bertengger di level 13%-16%. kbc6
Berita Terkait
- Empat kandidat ketua umum Kadin bersaing ketat
- Presiden terbitkan keppres AD/ART Kadin
- Rp71 triliun untuk UMKM tercecer di 21 lembaga dan Kementerian
- Sandiaga: Kadin dorong UMKM go international
- Kadin Jatim: Pengusaha harus punya kepekaan sosial
- Kadin: Sebaiknya pemerintah fokus 5 proyek strategis
- Kadin Jatim bagikan 17.845 takjil
- Sinergi pemda dan investor kunci pertumbuhan ekonomi Jatim
- Jumlah anggota Kadin tembus 11.400 pengusaha
- Aviliani: Kadin harus pro pengusaha kecil-menengah

