loading...
Kategori
Aneka BisnisIndustri
Mode Baca

Investasi kawasan Suramadu terkendala blue print

Online: Selasa, 22 Desember 2009 | 17:33 wib ET

SURABAYA - Sampai detik ini, investasi yang masuk di kawasan sekitar kaki jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) sisi Surabaya dan Madura masih belum ada.

Hal ini diakibatkan oleh belum selesainya cetak biru (blue print) tentang kesepakatan pengembangan kawasan tersebut yang menjadi kesepakatan pemerintah pusat, provinsi, dan daerah yang bersangkutan.

"Belum selesainya blue print pengembangan kawasan Suramadu ini memang menjadi kendala yang signifikan dalam menawarkan investasi ke investor, baik investor dalam negeri maupun asing," kata Kepala Bidang Pengembangan dan Kerja Sama Badan Penanaman Modal (BPM) Jatim, Sikilli Hamzah, di kantor BPM Pemprov Jatim, jalan Jagir Wonokromo Surabaya, Selasa (22/12/09).

Hamzah mengatakan, dengan belum terselesaikannya blueprin pengembangan aksawan Suramadu, maka BPM tidak berani menawarkan pengembangan kawasan tersebut kepada investor dalam negeri dan asing. karena mereka jelas tidak akan berani menanamkan invesatsi mereka di kawasan yang masih abu-abu.

"Penambahan investasi hanya terjadi di wilayah Madura di luar kawasan Suramadu. Sebab dengan terbangunnya jembatan, maka aksesbilitas dari Madura ke Surabaya menjadi lancar," kata Hamzah.

Saat ini, lanjutnya, tercatat ada dua investor Penanaman Modal Asing (PMA) baru yang sudah masuk di Madura, tepatnya di kabupaten Sampang. Kedua perusahaan tersebut bergerak di sektor jasa pengeboran minyak dengan total investasi sebesar US$2 juta. Atau sekitar US$1 juta per perusahaan.

"Sudah ada dua PMA baru yang masuk. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) belum ada," katanya.

Sehingga total investasi yang sudah masuk di wilayah Madura hingga bulan November 2009 mencapai 17 perusahaan. 9 perusahaan dari PMA dengan investasi sebesar US$263,707 juta dan 8 perusahaan PMDN dengan total investasi sebesar Rp1,752 triliun.

Beberapa perusahaan tersebut bergerak di sektor industri maritim, industri agribis, industri migas,perdagangan, makanan dan minuman (mamin) dan industri semen. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/19/2014
12.424
IHSG
12/19/2014
5.144,62
31,28 (0,61%)