loading...
Kategori
Aneka BisnisIndustri
Mode Baca

Operasikan pabrik baru, Petrokimia genjot produksi

Online: Rabu, 14 Oktober 2009 | 18:38 wib ET

GRESIK - BUMN pupuk PT Petrokomia Gresik mampu meningkatkan kapasitas produksi pupuk NPK Phonska dan pupuk Fosfat. Pupuk NPK Phonska meningkat dari 1,04 juta ton menjadi 2,2 juta ton per tahun. Sementara pupuk Fosfat meningkat dari 600.000 ton menjadi 1 juta ton per tahun.

Dirut PT Petrokimia Gresik Arifin Tasrief mengemukakan, peningkatan tersebut tidak terlepas dari pengoperasian pabrik baru Pupuk NPK Phonska III dan pabrik Pupuk Fosfat I & II senilai Rp433,62 miliar. Pabrik pupuk anyar yang baru dioperasikan tersebut merupakan rehabilitasi dan optimalisasi dari pabrik SP-36 yang mampu menghasilkan NPK Phonska berkapasitas 600 ribu to per tahun dan pupuk Fosfat I & II dengan kapasitas masih-masing pabrik 500 ribu ton per tahun.

Pabrik baru itu menyerap dana sebesar Rp 433,62 miliar, yang bersumber dari pinjaman Bank Mandiri sebesar Rp 250,38 miliar dan sisanya berasal dari kas internal perseroan. Dengan pengoperasian pabrik baru itu, total kapasitas produksi pupuk Petrokimia Gresik menjadi 4,33 juta ton per tahun yang terdiri dari pupuk NPK, Superphos, Urea, Ammonium Sulfat (ZA), Potassium Sulfat (ZK), dan pupuk organik.

Arifin menegaskan bahwa pembangunan pabrik baru berbasis fosfat itu merupakan bagian dari rencana pengembangan pabrik sejak 2007 lalu dan direncanakan selesai pada 2011. "Pembangunan pabrik baru ini merupakan proyek pengembangan tahap I. Pengembangan tahap II akan dilakukan pada tahun-tahun mendatang," ujar Arifin seusai peresmian pabrik baru NPK Phonska III dan Fosfat I & II di Gresik, Rabu (14/10/09).

Perseroan sedang menggarap sejumlah proyek yang masuk dalam program pengembangan tahap II, antara lain, pabrik Asam Fosfat, Pabrik Amoniak (Urea II), Pabrik Ammonium Sulfat IV (ZA IV), dan proyek perbaikan infrastruktur. Pabrik Asam Fosfat diperlukan untuk mengamankan pasokan asam fosfat sebagai bahan baku pupuk NPK Phonska dan pupuk phosphate, pabrik Amoniak untuk memenuhi kebutuhan amoniak dan urea sebagai bahan baku pupuk NPK, pabrik (ZA IV) untuk memenuhi kebutuhan ZA di tanah air dan proyek perbaikan infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan utilitas untuk proyek-proyek pengembangan di masa mendatang.

"Untuk merealisasikan seluruh proyek pabrik baru tersebut, kami berharap adanya kebijakan yang menjamin pasokan gas bumi untuk jangka panjang," tutur Arifin.

Arifin menjelaskan komitmen untuk terus melanjutkan rencana pengembangan pabrik baru tersebut untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri dan sekaligus untuk mendukung program pemerintah dalam peningkatan produksi beras nasional (P2BN) yang terkait dengan program ketahanan pangan. kbc2

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda
Kurs USD-IDR
12/22/2014
12.451
IHSG
12/22/2014
5.125,77
-18,85 (-0,37%)