loading...
Kategori
Aneka BisnisIndustri
Mode Baca
Kurs USD-IDR
7/31/2014
11.580
IHSG
7/25/2014
5.088,80
-9,84 (-0,19%)
Minyak Mentah
N/A
0,00
0,00 (0,00%)
Emas
N/A
0,00
0,00 (0,00%)

Industri besar alas kaki Jatim makin bergeliat

Online: Selasa, 09 Maret 2010 | 14:22 wib ET

SURABAYA, kabarbisnis.com: Berlakunya Asean China Free Trade Agreement (ACFTA) per Januari 2010 ternyata memberikan dampak positif bagi industri besar sektor alas kaki di wilayah Jatim.

Selain bisa mempermudah mendapatkan pasokan bahan baku impor, industri tersebut juga mendapatkan peluang yang cukup besar untuk meningkatkan volume ekspor. Sebab, sekitar 90% produksi mereka adalah produk ekspor.

"Kalau ekspor, tidak berpengaruh, malah dengan adanya ACFTA ekspor alas kaki semakin meningkat. Yang berpengaruh negatif malah UKM alas kaki," kata Sekretaris Eksekutif Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) Jatim, Tukidjan, saat ditemui di acara Diseminasi Informasi Peluang Pasar di Negara Korea, Meksiko, dan Hungaria oleh ITPC Kementerian Perdagangan di Hotel Sahid, Surabaya, Selasa (9/3/10).

Peningkatan ini, menurut Tukidjan, terlihat dari besarnya kebutuhan tenaga kerja yang mereka butuhkan selama semester I 2010. Dari 12 industri alas kaki besar yang tersebar di seluruh wilayah Jatim, total kebutuhan tenaga kerjanya mencapai 1.600-2.000 tenaga kerja.

Untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja tersebut, Aprisindo telah bekerjasama dengan Balai Pelatihan Persepatuan di Tanggulangin.

"Ini menunjukkan, produksi industri tersebut mengalami peningkatan," katanya.

Lebih lanjut Tukidjan mengungkapkan, sebagian besar tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut adalah wanita dengan keahlian menjahit.

Sementara produksi alas kaki 12 perusahaan tersebut menurutnya bervariasi, tergantung jenis dan modelnya.

"Kalau sepatu mungkin bisa memproduksi sekitar 6 juta pasang per tahun dan kalau sandal mereka mampu memproduksi sekitar 10 juta pasang per tahun," lanjutnya. kbc6

Bagikan artikel ini kepada kerabat anda