Kurangi batas hemat, PLN berlakukan tarif baru
Jum'at, 12 Februari 2010 | 15:15 wib ET
SURABAYA, kabarbisnis.com: PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah memberlakuka tarif listri terbaru. Yaitu dengan mengurangi batas hemat rata-rata konsumsi pelanggan listrik berdaya di atas 6.600 voltampere (VA).
"Sebenarnya kebijakan ini berlaku mulai Januari, namun tagihan dengan tarif tersebut baru dirasakan di bulan Februari ini," kata Corporate Speaker PT PLN Persero Distribusi Jatim, Agus Widayanto ketika dihubungi kabarbisnis.com, Jumat (12/2/10).
Menurut Agus, sebelumnya, batas hemat untuk pelanggan dikenakan 80% dari rata-rata konsumsi. Namun sejak Januari 2010 untuk pelanggan berdaya di atas 6600 KVA dikurangi menjadi hanya 50%. Jika pemakaian listriknya antara 0-batas hemat, maka tarif listrik yang dikenakan adalah tarif subsidi sebesar Rp650 per kWH.
"Kalau pemakaian listrik pelanggan tersebut sudah melebihi batas hemat-dalam hal ini 50% maka dikenakan tarif Rp 1380 per kWH," katanya.
Dia mencontohkan untuk pelanggan kategori R atau rumah tangga, secara nasional rata-rata konsumsinya 149 jam, maka batas hematnya 74,5 jam. Artinya, untuk pemakaian selama 74,5 jam pertama pelanggan dikenakan tarif subsidi dan untuk pemakaian selanjutnya dikenakan tarif Rp 1380 per KWH tersebut.
Menurut Agus, jumlah pelanggan dengan daya di atas 6600 KVA di jatiim sangat kecil, hanya sekitar 5% dari total pelanggan PLN Jatim sebesar 7,1 juta pelanggan.
”Jumlahnya memang tidak besar karena 6600 KVA ini termasuk daya yang besar,” kata Agus.
Untuk mensosialisaikannya, menurut Agus, PLN telah mengirimkan surat pemberitahuan perubahan tarif untuk pelanggan listrik berdaya di atas 6.600 VA. Dalam surat tersebut, PLN memberikan simulasi perhitungan tarif baru bagi pelanggannya dengan daya 6.600 VA ke atas. kbc6
Berita Terkait
- Tender tak bener, PLN didemo
- November, PLTU Indramayu siap perkuat listrik Jawa-Bali
- Batas pembayaran listrik September diperpanjang
- Lebaran, konsumsi listrik diperkirakan turun 33%
- Tolak kenaikan TDL, HIPMI minta PLN tingkatkan efisiensi
- Pendapatan PLN Jatim 2010 diperkirakan Rp14,322 triliun
- Indonesia butuh listrik 3000 MW tiap tahun
- 2011, tarif listrik dinaikkan lagi sebesar 15%
- Aset PLN bertambah Rp49 triliun
- PLN bakal hasilkan listrik 2.000 MW dari CBM

