Pasar Bangladesh jangan dipandang sebelah mata
Senin, 08 Februari 2010 | 18:41 wib ET
JAKARTA, kabarbisnis.com : Duta Besar Indonesia untuk Bangladesh, Zet Mirzal Zainuddin meminta pengusaha Indonesia lebih meningkatkan berbagai produknya untuk diekspor ke Bangladesh. Mengingat potensi pasarnya luar biasa dan menjajinkan. Juga kualitas produk Indonesia tak kalah dengan negara pengekspor lainnya.
"Selama ini Bangladesh masih dipandang sebelah mata oleh pengusaha Indonesia sebagai negara yang banjir, miskin namun
tidak melihat potensi impor dan ekspor yang potensial," ungkap Dubes Indonesia untuk Bangladesh Zet Mirzal Zainuddin di
Jakarta, Senin (8/2/10).
Dari sisi ekonomi, sambung Mirzal, selama krisis Bangladesh termasuk salah satu dari empat belas negara yang bisa bertahan
dengan tingkat pertumbuhan ekonominya 5,6%. Tingkat ekonomi itu, dibandingkan dengan negara Suriname dan negara berkembang lainnya jauh tertinggal dengan Bangladesh.
Dijelaskan, produk Indonesia yang di ekspor ke Bangladesh antara lain, kertas, tisu, CPO, mobil avanza, mobil APV, gerbong kereta api, hingga peralatan-peralatan elektronik. Juga ekspor yang paling besar adalah ban yang menguasai pasar negara ini sebesar 85%.
Saat ini, sambung dia, ada permintaan sepeda motor dan ini sedang digarap. Juga ada peluang untuk dry food (merek Indofood), bahkan pemerintah Bangladesh meminta Indonesia mengekspor batu bara dan beras, karena beras Indonesia mengalami surplus," tambahnya,
"Kita juga akan menggarap dengan PT Dirgantara Indonesia (DI) dan Pindad (panser dan helikopter) untuk mengakses alutsista,
yang sudah lama ada keinginan. Bukan tujuan untuk perang, hanya demi keamanan nasional. Permintaan ini dari pengusaha Bangladesh, bukan pemerintah, namun ini akan kita kaitkan secara bilateral," tambahnya lagi.
Selain itu, Batavia Air akan direct flight Jakarta-Dakkar. Surat dari Batavia Air sudah setuju dan pemerintah sudah tidak ada masalah Batavia air sebagai perusahaan penerbang yang melakukan direct flight, sambung Mirzal. Kbc10

