Perdagangan
Sabtu, 04 September 2010 | 11:03 wib ET

Agustus 2010, Indeks harga perdagangan besar naik

JAKARTA, kabarbisnis.com: Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perkembangan Harga Perdagangan Besar atau Grosir (IHPB), pada Agustus 2010 untuk perdagangan umum non migas mencapai 174,86 atau naik 0,57% dibandingkan IHPB Juli 2010 sebesar 173,87.

Kenaikan persentase perubahan IHPB terjadi karena adanya kenaikan harga indeks Sektor Pertanian sebesar 1,38%, Sektor Pertambangan & Penggalian mencapai 0,29%, dan Sektor Industri sekitar 0,45%, ungkap Kepala Biro Humas dan Hukum BPS RI, Sairi Hasbullah di Jakarta, kemarin.

Sebaliknya, sambung dia, Kelompok Barang Impor Nonmigas dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas turun masingmasing 0,27%. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga selama Agustus 2010 antara lain padi/gabah, jagung, buah-buahan, karet, kelapa sawit, ayam hidup, ikan laut, udang, ikan darat, daging sapi, minyak goreng, minyak kelapa sawit, beras, dan rokok kretek.

"Komoditi yang mengalami penurunan harga antara lain sayur-sayuran, kimia dasar kecuali pupuk (impor), dan pakaian jadi ekspor," jelasnya.

Juga, untuk sektor Pertanian merupakan penyumbang andil terbesar pada inflasi HPB, yaitu sebesar 0,40%. Sektor Pertambangan & Penggalian mencapai 0,01% dan Sektor Industri menyumbang andil positif sebesar 0,20%. Juga untuk Kelompok Barang Impor Nonmigas, dan Kelompok Barang Ekspor Nonmigas menyumbang andil negatif masing-masing sebesar 0,02%, katanya.

Dilanjutkan, untuk IHPB Bahan Bangunan, Konstruksi terdiri 5 kelompok jenis bangunan pada Agustus 2010 secara umum mengalami kenaikan indeks sebesar 0,04% dibandingkan bulan sebelumnya. BahkaN, Seluruh kelompok jenis bangunan mengalami kenaikan indeks, yaitu Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal sebesar 0,01%,

Selain itu, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian 0,03%, Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,08%, Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi 0,13%, dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,16 %.

IHPB Bahan Baku pada Agustus 2010 mengalami inflasi atau kenaikan indeks sebesar 0,53% dibandingkan dengan bulan sebelumnya, yaitu dari 168,52 pada Juli 2010 menjadi 169,41 pada Agustus 2010.

"Kenaikan harga Bahan Baku disebabkan kenaikan harga Bahan Baku Lokal sebesar 0,73%. Penyebab kenaikan harga Bahan Baku Lokal antara lain kenaikan harga komoditas di Subsektor Peternakan dan Hasilnya sebesar 1,71%, dan Subsektor Industri Pengolahan dan Pengawetan Daging,Ikan dan Minyak Makan 2,36%," ungkapnya.

Sebaliknya indeks Bahan Baku Impor Nonmigas mengalami grafik penurunan sebesar 0,42%, disebabkan penurunan harga komoditas di Subsektor Hasil Industri Barang-Barang Kimia sebesar 1,15%. Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam inflasi Bahan Baku antara lain ayam hidup, dan minyak kelapa sawit.

Dari sisi kelompok barang konsumsi, BPS memantau adanya terjadi inflasi sebesar 1,10% dibandingkan dengan bulan sebelumnya atau terjadi kenaikan indeks dari 181,32 pada Juli 2010 menjadi 183,32 pada Agustus 2010. Sektor Pertanian sebesar 0,33%, dan Sektor Industri memberikan andil positif mencapai 0,81%.

Sedangkan Sektor Pertambangan & Penggalian tidak menyumbang andil secara signifikan. Sebaliknya, Kelompok Barang Impor Nonmigas menyumbang andil negatif sebesar 0,04% pada inflasi Kelompok Barang Konsumsi, ucapnya.

Menurutnya, Subsektor Perikanan menyumbang 0,13%, dan merupakan pemberi andil terbesar inflasi Kelompok Barang Konsumsi di Sektor Pertanian. Di Sektor Industri, pemberi andil terbesar adalah Subsektor Industri Penggilingan Padi, Biji-Bijian Dan Makanan Hewan 0,40 %.Komoditas yang memberi andil cukup besar dalam inflasi Kelompok Barang Konsumsi antara lain udang, dan beras.

Pada Agustus 2010, IHPB Barang Modal mengalami inflasi sebesar 0,36% atau terjadi kenaikan indeks dari 153,53 pada Juli 2010 menjadi 154,08 pada Agustus 2010. Kenaikan ini utamanya disebabkan kenaikan semua indeks sektor dan kelompok barang dalam Kelompok Barang Modal. Sektor Pertanian, Sektor Industri, dan Kelompok Barang Impor Nonmigas naik masing-masing sebesar 0,74%, 0,09 % dan 0,63%.

Subsektor Alat-Alat Berat, Mesin Industri Impor merupakan pemberi andil terbesar pada inflasi Kelompok Barang Modal dengan menyumbang sebesar 0,37 %.

IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi Indonesia pada Agustus 2010 mengalami kenaikan dari 190,84 pada Juli 2010 menjadi 190,92 pada Agustus 2010 atau terjadi inflasi sebesar 0,04 %.

Seluruh kelompok bangunan dalam IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi memberikan andil positif pada inflasikonstruksi Indonesia, yaitu Kelompok Bangunan Tempat Tinggal dan Bukan Tempat Tinggal menyumbang 0,01 %, Kelompok Pekerjaan Umum untuk Jalan, Jembatan dan Pelabuhan 0,02%, dan Kelompok Bangunan Lainnya 0,01 %.

Sementara Kelompok Bangunan Pekerjaan Umum untuk Pertanian, dan Kelompok Bangunan dan Instalasi Listrik, Gas, Air Minum dan Komunikasi tidak menyumbang andil secara signifikan walaupun mengalami kenaikan indeks.

Kelompok bahan bangunan yang mengalami kenaikan harga pada bulan Agustus 2010, antara lain: kayu gergajian 1,26%, bahan bangunan dari kayu 0,88 %, kayu gelondongan 0,71 %, dan barang galian segala jenis 0,42%.

Sedangkan kelompok bahan bangunan yang mengalami penurunan harga adalah barang-barang dari logam dasar bukan besi 0,69%, barang-barang dari besi dan baja dasar 0,59 %, barang-barang dari karet 0,35 %, barang-barang lainnya dari bahan bukan logam 0,31 %, dan kayu lapis dan sejenisnya 0,18 %. Kbc10

Komentar
Berita Terkait
Kategori