Menkop: Enterpreneur turunkan angka pengangguran
Janji bantu sarjana dapat kredit dengan agunan Ijazah
Jum'at, 12 Februari 2010 | 13:19 wib ET
SURABAYA, kabarbisnis.com: Menteri Kopersi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Republik Indonesia, Syarief Hasan, menegaskan bahwa Keberadaan enterpreneur sangat penting dalam sebuah negara. Sebab, ia bisa membuka lapangan kerja baru di sektor Usaha Kecil menengah.
Untuk itu, Kementerian Koperasi dan UMKM berjanji akan memberikan bantuan pendanaan kepada sarjana dengan skim kredit bunga ringan agar mereka nantinya bisa menjadi enterpreeur. Dan selanjutnya, hal ini akan bisa mengurangi angka pengangguran di Indonesia.
Menurut Syafier hingga tahun 2014, pemerintah mentargetkan jumlah pengangguran bisa mencapai 5%-6% dari total penduduk Indonesia dan jumlah kemiskinan akan menurun dari saat ini sekitar 13,5% menjadi 8%-10%.
"Kami berjanji membantu para sarjana untuk menjadi enterpreneur dengan dana bergulir bunga ringan. Dan mereka bisa menjadikan ijazah mereka jadi agunannya," kata Syarief Hasan saat menghadiri acara 'Sosialisasi/ pembekalan kewirausahaan bagi calon wirausaha baru di Jawa Timur tahun 2010' di kantor Gubernur Jatim, Jalan Pahlawan, Surabaya, Jumat (12/2/10).
Lebih lanjut Syarief mengatakan bahwa data empiris menunjukkan, idealnya jumlah enterpreneur di sebuah negara mencapai 2% dari total penduduk. Sementara di Indonesia, masih sekitar 564.240 orang yang telah menjadi enterpreneur. Padahal dengan jumlah penduduk sekitar 231,83 juta jiwa, idealnya jumlah enterpreneurnya mencapai 4,6 juta lebih.
"Kami lebih fokus ke sarjana mengingat sarjana memiliki pengetahuan yang luas, usia mereka juga produktif, mental mereka juga sangat gigih, dan yang tidak kalah pentingnya, mereka mau ambil resiko dan pantang menyerah," katanya.
Sementar mekanisme pemberian kredit ringan dengan agunan ijazah untuk para sarjana tersebut menurut Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jatim, Braman Setyo masih dalam pembahasan.
"Siang ini kami akan membahasnya, bisa melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) atau melalui skim lainnya. Intinya mereka harus mengirimkan proposal dulu yang dilampiri dengan ijazah, setelah itu baru dikaji apakah mereka layak mendapatkan bantuan apalah tidak," tambah Braman Setyo.kbc6

