Awal Maret, 49.450 ton gula impor PTPN XI masuk Jatim
Jum'at, 19 Februari 2010 | 10:58 wib ET
SURABAYA, kabarbisnis.com: Persoalan seputar gula kristal putih impor sepertinya akan terus berlanjut. Tarik ulur pemberian izin distribusi 10.000 ton gula impor milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X sejauh ini masih belum selesai. Kini sebanyak 49.450 ton gula kristal putih impor milik PTPN XI dipastikan akan tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya di awal pada Maret 2010.
"Dalam sepuluh hari pertama bulan Maret mendatang, 49.450 gula impor yang kami datangkan dari Thailand akan tiba di Tanjung Perak, Surabaya. Ini adalah bagian dari total izin impor gula PTPN XI sebanyak 103.500 ton yang diberikan pemerintah pusat," kata Sekretaris Perusahaan PTPN XI Adig Suwandi di Surabaya, Jumat (19/2/2010).
Jumlah pengiriman gula impor tersebut akan terbagi dalam lima kedatangan, yaitu tanggal 2 Maret sebanyak 7.250 ton, tanggal 3 Maret sebanyak 3.800 ton, tanggal 6 Maret sebanyak 8.900 ton, tanggal 7 Maret sebanyak 7.500, ton dan tanggal 10 Maret sebanyak 22.000 ton.
"Selain untuk konsumsi Jatim, peruntukan gula impor ini juga untuk suplai beberapa daerah lain," katanya.
Adig mengungkapkan, pembelian gula impor ini bukan inisiatif dari PTPN, namun merupakan tugas dari pemerintah untuk mengatasi minimnya stok yang terjadi di pasar dalam negeri.
"Kami melakukan impor karena mendapatkan amanat dari pemerintah. Dan kami sudah melakukan pembelian dengan mekanisme tender. Tidak mungkin jika kemudian kita undur waktunya atau bahkan kita gagalkan," lanjut Adig.
Sebab kalau harus diundur atau dibatalkan, akan bisa mencoreng kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.
"Kita harus jaga kepercayaan pedagang internasional. Kita sudah tender dan tidak mungkin kalau diundur atau bahkan digagalkan," katanya. kbc6
Berita Terkait
- Harga gula petani saat tender kedua turun tipis
- Barata Indonesia incar pendapatan Rp600 miliar di 2010
- Dukung revitalisasi pabrik gula, Barata dikucuri Rp125 miliar
- Agustus, Produksi gula nasional anjlok
- PTPN XI: PG tidak didesain olah raw sugar
- Kopi luwak sumbang 50% pendapatan Rolaas Cafe
- Harga gula domestik kembali alami penurunan
- Antisipasi rafinasi, perlu kebijakan separasi gula
- Laba industri hilir PTPN XII lampaui target
- PTPN XII bikin Rollaas Coffee jadi ikon Jatim

