Gula impor tiba di Tanjung Perak
PTPN X belum bisa pastikan harga gula impor
Selasa, 09 Februari 2010 | 13:38 wib ET
SURABAYA, kabarbisnis.com: Sejak tadi malam, kapal yang mengangkut gula impor dari Thailan milik PT Perkebunan Nusantar (PTPN) X sudah tiba di tanjung Perak. Meski hingga siang ini gula tersebut belum dibongkar, namun kedatangan gula impor ini sedikit memberikan angin segar kepada konsumen Jawa Timur(Jatim) dan sekitarnya.
Sebab, dengan mulai datangnya gula impor tersebut menjadi sebuah kepastian terpenuhinya kebutuhan konsumsi gula masyarakat Jatim yang mencapai sekitar 28.000 per bulan.
Kepala Bidang (Kabid) Dinas Perindustrian dan Perdaangan (Disperindag) Jatim, Arifin T Hariadi menyatakan kedatangan gula impor tersebut bsia meredam kekhawatiran konsumen.
"Bagus lah. Saya harap dengan mulai berdatangannya gula impor, stok gula jatim tidak sampai defisit. Namun tantangannya kini adalah bagaimana kita bisa menjaga harga tetap di kisaran layak beli. Jangan terlalu mahal," ujar Arifin T Hariadi, Surabaya, Selasa (9/2/10).
Sekretaris Perusahaan PTPN X, Djoko Santoso, mengaku belum bisa memastikan bentukan harga gula impor ketika nanti sampai di pasaran.
"Belum bisa kita pastikan. Kalau hanya sebatas memperkirakan mungkin bisa. Namun toh sifatnya belum pasti karena ada banyak komponen pembentuk harga. Jadi lihat nanti saja," ujarnya.
Namun demikian, Djoko tidak menampik kemungkinan harga yang akan terbentuk nantinya akan relatif mahal. Hal ini mengingat harga beli di pasar internasional juga sudah tinggi.
"Kita kan sama sekali tidak ada subsidi. Sehingga semua sesuai mekanisme pasar. Dan seperti kita tahu, harga gula dunia sedang tinggi. Jadi sepertinya sulit untuk berharap harga sampai di sini akan murah," tuturnya.
Hal senada dituturkan oleh Adig Suwandi, corporate secretary PTPN XI. "Secara fakta memang saya tidak bisa pastikan berapa harga yang akan terbentuk. Namun, berkaca pada harga tender, sepertinya sangat sulit harga di bawah angka Rp 10.000 per kg," ujarnya.
Menurut rencana, gula impor milik PTPN XI akan tiba di Surabaya kisaran pertengahan Februari atau selambat-lambatnya sebelum 7 April. Saat proses tender, gula-gula tersebut telah disepakati dengan harga 776 dollar AS per ton FOB (free on board/harga di negara asal dan belum termasuk biaya premium) dan 882 dollar AS per ton FOB.
"Kita sudah dua kali menggelar tender dan itu harga yang terbentuk. Dari perhitungan tersebut. Sepertinya gula impor akan cenderung mahal dan bahkan sedikit di atas rata-rata gula lokal sekarang," katanya.
Saat ini, harga gula lokal di pasaran berkisar Rp 10.000 hingga Rp 10.500 per kg. Diperkirakan Adig, harga gula impor akan bisa mencapai Rp 11.000 per kg saat sampai di pasaran.kbc6
Berita Terkait
- Harga gula petani saat tender kedua turun tipis
- Barata Indonesia incar pendapatan Rp600 miliar di 2010
- Pabrik gula 12.000 TCD didirikan di Lamongan
- Dukung revitalisasi pabrik gula, Barata dikucuri Rp125 miliar
- Kualitas varietas tebu hambat kinerja industri gula
- Agustus, Produksi gula nasional anjlok
- PTPN XI: PG tidak didesain olah raw sugar
- Pemerintah harus hitung ulang kebutuhan dan produksi gula
- Impor gula diperkirakan Oktober 2010
- Harga gula domestik kembali alami penurunan

